POJOKBOGOR.id - Istri Wakil Wali Kota Bogor, Yantie Rachim melaksanakan Program Seribu Kata Positif (Serbukatif) di SDN Sukadamai 3, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, dipenuhi keharuan, Kamis (14/12/2023).
Ini kali terakhir Yanti Rachim melaksanakan program Serbukatif.
Serbukatif sendiri, merupakan program yang digagas oleh Jabar Bergerak yang juga dinahkodai oleh istri Wakil Wali Kota Bogor Yantie Rachim.
Baca Juga: Musran Pasir Kuda Berjalan Sukses, Ketua PCNU Kota Bogor Ucapkan Tahniah
Serbukatif ini menuntun murid harus berkata positif dan tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang negatif.
Dihadapan murid-murid SDN Sukadamai 3, Yantir Rachim pun pamit.
Murid di SDN Sukadamai ini pun tak henti-henti nya mengungkapkan keharuan yang langsung disampaikan ke Yantie Rachim.
Baca Juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Dinobatkan sebagai CEO Of The Year
Murid-murid SDN Sukadamai 3 ini juga terus menyalami Yantie Rachim.
"Sebetulnya murid ga begitu paham. Saya sebetulnya ingin menyentuh orangtuanya sebetulnya. Orang tua kan kita anggap sebagai warga Kota Bogor juga. Tapi, anak-anaknya ikut terharu juga," kata Yantie kepada wartawan.
Yantie Rachim melanjutkan, Serbukatif sendiri sebetulnya akan terus dilakukan di tahun 2024.
Baca Juga: ASN di Kota Bogor Keluhkan Pembayaran TPP Ditunda
Namun, untuk status dirinya, dipastikan tidak bisa disebut lagi sebagai Istri Wakil Wali Kota Bogor.
"Serbukatif masih ada. Tapi, saya sebagai isri wakil wali kota sudah beres dan tugasnya juga sudah selesai," tambahnya.
Kedepannya, Serbukatif ini sendiri akan terus diperbaiki sehingga kegiatan ini bisa berdampak positif bagi murid-murid.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Bogor, Berpusat di Gunung Salak
Rencannya, pada tahun 2024 mendatang, Serbukatif ini akan menggandeng pihak kepolisian.
"Kita selalu evaluasi sama tim. Apa keurangan dan kelebihannya. Tadinya kami menggandeng polisi. Ada dua tiga kali polisi terlibat. Itu masuk di sesi mendongeng. Karena saya ingin memberikan ilustrasi kepada anak anak itu.Anak anak kalau bicarakasar atau menyakiti ya tentu hukumannya polisi. Mungkin di tahun depan akan kita tingkatkan," jelasnya.
Yantie Rachim berharap, Serbukatif ini bisa diimplementasikan oleh murid SD ketika nantinya masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Baca Juga: Gelar Raker Terpadu, Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Pelayanan Kesehatan
Jika dapat diimplementasikan oleh murid itu sendiri, saat di tingkatan lebih tinggi, murid-murid tetap bisa santun dalam bertutur kata.
"Saya sih berharap, serbukatif ini terus diimplementasikan untuk bisa membentuk karakter anak anak. Dari SD sudah kita tanamnkan santun berbicara. Tatakramanya harus seperti apa. Setidaknya mereka tahu dasarnya gimana kan," tandasnya. ***



