POJOKBOGOR.id - Bupati Bogor Iwan Setiawan, mengaku kelimpungan dalam menyelesaikan permasalahan lalu lintas truk angkutan barang tambang, terutama di wilayah Kecamatan Parungpanjang.

Iwan dengan tegas meminta Pj Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten hingga Pemkab Tangerang dan Pemkab Bogor, duduk bersama mencari solusi dalam memecahkan masalah di sana.

"Saya punya solusi. Mudah-mudahan ini bisa didengar. Urusan jalan tambang harus duduk bareng empat institusi di pemerintah. Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Tangerang dan Bogor baru bisa ketemu," kata Iwan, Rabu (13/12).

Baca Juga: Nyaris Seribu Mahasiswa UIKA Bogor Diwisuda, Rektor Bangga Karena Setiap Tahun Prestasinya Semakin Gemilang

Iwan mengungkapkan, solusi jangka pendek yang dia miliki yakni membuat kantong-kantong parkir untuk kendaraan pengangkut barang tambang, untuk menunggu waktu mereka diperbolehkan melintas yakni pukul 22.00 WIB.

"Sekarang kami sedang usahakan penyediaan kantong parkir yang di hulu. Mudah-mudahan kalau sudah selesai bisa mengurai kemacetan. Nah itu perlu proses. Saya bukan Sangkuriang, bukan Superman. Tolong bantu kami. Bukan dibikin riweuh," kata Iwan.

Menurut Iwan, selama ini Kabupaten Bogor selalu disalahkan atas semrawutnya Parungpanjang, meski kewenangan soal pertambangan ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Disbudpar Kabupaten Bogor Luncurkan Aplikasi Ekabo, Sajikan Piliham Destinasi Wisata Terbaik

"Ini kan Bogor yang sekarang kita urus sendiri, ada pak Gubernur, saya mohon maaf dinas di kabupaten yang memang tiap hari kami pantau, tolong saudar harus paham, saya tiap pagi evaluasi, telpo camat, telpon dishub. Hari ini survey tanah dua hektare untuk relokasi, hari ini alat berat sudah dikirim, surat dari Perhutani sudah, terus ada penambahan 20 pasukan anggota pusat. Saya minta camat, fasilitasi para petugas dishub, ini hari ini," tegas Iwan. ***