POJOKBOGOR.id - Sekretaris DPD PAN Kota Bogor, Fajari Arya Sugiarto mengungkapkan penggunaan Bus Uncal yang dilakukan partainya ini sudah sesuai prosedur. Di mana, pihaknya sudah menempuh permohonan pemakaian Bus Uncal sebanyak dua unit ke dinas terkait.
"Kami sudah sesuai prosedur, mengajukan ke Dishub melalui bersurat, memang pemakaian kita untuk di Jakarta keperluan PAN juga disana," ujar Fajari.
"Diwakili DPD dan DPP pakainya, untuk pengaturan pemakaian sudah kita tempuh dan kita konsultasikan bahwa bus (Uncal) itu bisa dipakai oleh siapa saja, Parpol siapa saja, selagi masih belum tahapan kampanye," ucap Fajari.
Baca Juga: La Sastra ke-22 di SMAN 5 Bogor Berakhir, Ini Daftar JuaranyaBaca Juga: Uncal tak Pantas untuk Kendaraan Politik
Disinggung alasan kenapa menggunakan Bus Uncal, Fajari Arya Sugiarto menjawab karena keunikannya. Karena, Bus Uncal ini lebih beda dari pada bus lainnya.
"Mungkin simpelnya keunikan, dan juga mungkin iconic lah. Jadi kita tertarik memakai Bus Uncal," kata Fajari.
"Jadi tidak ada pemikiran-pemikiran untuk di politisasi lah, atau untuk diapakan," sambung Fajari.
Baca Juga: La Sastra ke-22 di SMAN 5 Bogor Berakhir, Ini Daftar Juaranya
Soal penggunaan Bus Uncal dianggap tidak etis apalagi sampai memasang bendera partai, Fajar Arya Sugiarto mengaku secara aturan untuk itu belum mempelajarinya. Akan tetapi, dirinya mengumpamakan bahwa penggunaan Bus Uncal ini sama seperti halnya meminjam aset Pemkot Bogor berupa Taman Sempur dan sebagainya.
"(Untuk pemasangan bendera) Kan kalau itu biasalah kita tidak bisa membendung orang ketika ingin memasang atau itu diluar dari pengawasan kita," ungkap Fajari.
"(Dinilai tidak etis) Ya mungkin secara aturan kita belum pelajari juga, tapi ya sama lah ketika kita pinjam aset Pemkot Taman Sempur atau Ekspresi ketika itu dipakai Parpol, kan Parpol masang bendera-bendera disitu sama lah, ya bedanya ini mobil satu lagi aset berupa taman," tandasnya. ***



