POJOKSATU.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin memerintahkan seluruh perangkat daerah dan masyarakat, meningkatkan kesiapsigaan bencana di tengah cuaca ekstrem seperti saat ini. Terlebih, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, 22 di antaranya rawan bencana.

Burhanudin menegaskan agar segenap komponen Pemkab Bogor untuk terus melakukan monitor, mengecek kesiapan alat, perangkat dan personel dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Selain itu, Burhanudin juga minta jajarannya untuk memperhatikan mitigasi bencana di seluruh daerah yang rawan bencana di Kabupaten Bogor.

Terlebih Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan telah menetapkan daerahnya berstatus tanggap darurat bencana setelah Kabupaten Bogor dikepung bencana pada April 2023.

"Cuaca saat ini sedang tidak bersahabat, terus tingkatkan koordinasi dengan BPBD  Kabupaten Bogor secara  sinergis mengenai situasi di lapangan. Juga lakukan monitoring perkembangannya, laporkan  tiap minggu, jangan lupa  tugas kita adalah melayani  masyarakat Kabupaten  Bogor, kita digaji oleh rakyat," kata Burhan, Selasa (9/5).

Sementara Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan juga berterimakasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan seluruh elemen masyarakat yang telah terlibat dalam upaya menghadapi ancaman dan penanggulangan bencana di Kabupaten Bogor.

Sebagai informasi, BPBD Kabupaten Bogor mencatat, bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bogor, mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pergeseran tanah telah terjadi di 15 desa dalam sehari.

Dengan rincian antara lain, peristiwa banjir terjadi di tujuh desa, yakni Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng, Desa Kalong Liud Kecamatan Nanggung, Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya, Desa Bojong Kecamatan Tenjo. Kemudian, di Kecamatan Jasinga, banjir terjadi di tiga desa, yaitu Desa Kalong Sawah, Desa Koleang, dan Desa Sipak.

Lalu, bencana alam tanah longsor terjadi di tujuh desa, yaitu Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari, Desa Cigudeg Kecamatan Cigudeg, Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang, Desa Kalong Liud dan Desa Pangkal Jaya Kecamatan Nanggung, serta Desa Urug dan Desa Harkat Jaya Kecamatan Sukajaya.

Sementara, bencana alam angin kencang terjadi di tiga desa yaitu, Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong, serta Desa Cigudeg dan Desa Wargajaya Kecamatan Cigudeg.

Terakhir, bencana alam pergeseran tanah terjadi di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur. Serta data terbaru, Senin (8/5) terjadi tanah longsor di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari.

(Rishad Noviansyah)