BOGOR.POJOKSATU.id - Sebanyak 10 ribu lebih keluarga di Kota Bogor mulai didaftarkan dalam sistem Perlindungan Sosial atau Perlinsos untuk proyeksi penerima bantuan sosial tahun 2027.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bogor, Giri Maya Yudistira mengatakan proses pengajuan sudah berjalan sejak awal September 2026.

“Sekarang yang sudah didaftarkan sebanyak 10.240 keluarga dari target 356 ribu keluarga,” ungkap Giri.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan terus berlangsung.

Dinsos Kota Bogor menargetkan seluruh keluarga di wilayah Kota Bogor dapat masuk dalam sistem Perlinsos untuk kemudian dilakukan proses analisis dan verifikasi.

Pendaftaran dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui Perlinsos. Warga yang menggunakan mekanisme mandiri perlu memiliki Identitas Kependudukan Digital atau IKD.

Sementara masyarakat yang kesulitan menggunakan layanan digital dapat memperoleh pendampingan dari Agen Perlinsos.

“Bagi yang gaptek bisa dibantu oleh Agen Perlinsos yang sudah kami bentuk, saat ini Kota Bogor sudah mempunyai agen lebih kurang 1.018,” jelas Giri.

Berdasarkan data sementara, pendaftar terbanyak berasal dari Kecamatan Tanah Sareal. Sementara Kecamatan Bogor Tengah tercatat memiliki jumlah pendaftar paling sedikit.

Giri mengatakan warga yang masuk melalui proses pendaftaran tersebut diproyeksikan untuk program bantuan sosial tahun 2027, di antaranya Program Keluarga Harapan atau PKH serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Semua yang daftar kami proyeksikan untuk tahun 2027,” ujarnya.

Meski demikian, pendaftaran tidak otomatis membuat 10.240 keluarga tersebut pasti menerima bansos.

Data yang masuk masih harus melalui proses verifikasi dan penentuan kelayakan sesuai kriteria bantuan sosial pemerintah.

Perlinsos Digital sendiri dikembangkan untuk membuat proses pengajuan dan verifikasi bansos lebih terintegrasi dengan data lintas instansi sehingga penyaluran bantuan diharapkan semakin tepat sasaran. ***