BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus dugaan penipuan dengan modus hipnotis kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini, seorang pria paruh baya asal Kampung Babakan, Kecamatan Ciseeng.

Dikatakan mereka menjadi korban dua orang yang berpura-pura sebagai petugas BPJS Ketenagakerjaan.

Peristiwa tersebut bermula ketika kedua pelaku seorang pria lanjut usia dan seorang pria berkemeja putih mendatangi rumah korban.

Mereka mengaku datang untuk memberitahukan bahwa korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang akan menerima uang sebesar Rp400 ribu.

Dengan dalih proses verifikasi pencairan dana, pelaku kemudian meminta korban menyerahkan telepon genggam, KTP, serta nomor telepon pribadinya.

Korban yang tidak curiga pun mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh kedua orang tersebut.

Menurut keterangan anak korban, data keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan milik ayahnya memang benar masih aktif dan memiliki saldo sekitar Rp2,9 juta.

Informasi inilah yang diduga dimanfaatkan pelaku untuk meyakinkan korban seolah-olah proses pencairan tersebut benar adanya.

Diduga kuat korban telah dihipnotis hingga dalam keadaan tidak sadar sepenuhnya, sehingga tanpa berpikir panjang menyerahkan barang dan data pribadi kepada pelaku.

Ketika keluarga korban mencoba mengonfirmasi dan meminta pelaku menunjukkan identitas resmi, mereka justru menolak dan hanya memperlihatkan kartu identitas milik salah satu rekan mereka.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap modus serupa.

Terutama jika ada pihak yang mengatasnamakan lembaga pemerintah atau layanan publik tanpa menunjukkan bukti identitas resmi. ***