BOGOR.POJOKSATU.id - Warga di wilayah Rumpin mengaku semakin resah dengan meningkatnya aksi kejahatan jalanan, khususnya begal, dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah warga menilai kondisi minimnya penerangan jalan umum atau PJU menjadi salah satu faktor utama yang dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Banyak titik jalan yang gelap, terutama di jalur-jalur sepi, dinilai rawan terjadi tindak kriminal pada malam hari.
“Kalau malam gelap sekali, jadi takut lewat. Apalagi kalau sendirian,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat pun mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pemerataan PJU di titik-titik yang masih minim pencahayaan.
Mereka berharap langkah ini bisa menjadi solusi awal untuk menekan angka kejahatan di wilayah tersebut.
Selain itu, warga juga meminta aparat kepolisian meningkatkan intensitas patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan dan di lokasi yang sering dilaporkan terjadi aksi kriminal.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari.
Warga disarankan menghindari bepergian sendirian di jalur sepi, serta memilih rute yang lebih terang dan ramai guna meminimalisir risiko.
Kondisi ini dinilai tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani secara serius, situasi yang awalnya hanya potensi kerawanan dikhawatirkan berkembang menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga. ***



