BOGOR.POJOKSATU.id – Masyarakat Kabupaten Bogor diminta lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau, terutama akibat aktivitas membakar sampah di tempat terbuka.
Dinas Pemadam Kebakaran Sektor Ciomas mengingatkan, kebiasaan membakar sampah sembarangan dapat menjadi pemicu kebakaran yang lebih besar ketika kondisi cuaca sedang panas dan kering.
Risiko kebakaran semakin meningkat apabila pembakaran dilakukan saat angin bertiup cukup kencang.
Api yang awalnya hanya digunakan untuk membakar tumpukan sampah bisa dengan cepat menjalar ke rumput kering, semak-semak, lahan kosong hingga fasilitas yang berada di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi lebih berbahaya apabila titik pembakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.
Karena itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan api pembakaran tanpa pengawasan.
Bahkan, warga disarankan untuk mulai menghentikan kebiasaan membakar sampah sebagai cara untuk mengurangi limbah rumah tangga.
Damkar menilai pengelolaan sampah dengan metode yang lebih aman menjadi langkah penting untuk menekan risiko terjadinya kebakaran selama musim kemarau.
Sampah sebaiknya dikumpulkan dan dibuang melalui sistem pengelolaan yang tersedia, bukan dimusnahkan dengan cara dibakar di area terbuka.
Selain dapat memicu kebakaran, aktivitas tersebut juga berpotensi mengganggu lingkungan sekitar.
Kewaspadaan masyarakat dinilai sangat penting karena api dapat menyebar hanya dalam waktu singkat ketika mengenai material yang mudah terbakar.
Terlebih, kondisi lahan yang kering membuat api semakin mudah membesar dan sulit dikendalikan.
Jika kebakaran sudah meluas, dampaknya tidak hanya merusak lahan, tetapi juga dapat mengancam rumah warga, fasilitas umum hingga keselamatan masyarakat.
Damkar pun mengajak warga Kabupaten Bogor untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran atau kepulan asap yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus menangani kebakaran setelah api terlanjur meluas.***



