BOGOR.POJOKSATU.id - Di tengah maraknya isu beras oplosan dan pemalsuan label di sejumlah wilayah, warga Bogor diimbau untuk lebih jeli dan waspada saat membeli beras.
Meski Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor menyatakan belum ada temuan beras oplosan di pasar-pasar lokal, bukan berarti masyarakat boleh lengah.
Memahami perbedaan antara beras asli dan beras palsu adalah langkah penting untuk menjaga kualitas pangan di rumah tangga.
Berikut beberapa ciri yang bisa membantu mengenali beras asli dan beras yang diduga palsu:
1. Tekstur dan Aroma
Beras asli umumnya memiliki tekstur yang tidak terlalu keras dan beraroma khas, terutama jika masih baru digiling. Jika beras tercium aroma kimia atau terlalu menyengat seperti pewangi buatan, patut dicurigai.
2. Bentuk dan Warna
Perhatikan bentuk dan warna beras. Beras asli biasanya tidak seragam sempurna—ada butiran yang pecah atau sedikit berbeda ukuran.
Jika semua butir tampak sangat seragam dan mengilap berlebihan, bisa jadi itu hasil pemrosesan tambahan atau campuran bahan non-pangan.
3. Tidak Mengambang Saat Direndam
Cara sederhana lainnya adalah dengan merendam segenggam beras ke dalam air. Beras palsu yang terbuat dari campuran bahan sintetis biasanya akan mengapung atau terlihat tidak larut sempurna. Beras asli akan tenggelam karena berat jenisnya lebih tinggi.
4. Tidak Mudah Terbakar
Tes terakhir adalah dengan membakar sedikit beras di atas api kecil. Jika beras asli terbakar, ia akan menjadi arang dan tidak meleleh. Namun, jika beras ternyata meleleh atau berbau plastik, bisa dipastikan itu bukan beras murni.
Masyarakat Bogor juga disarankan membeli beras dari sumber yang jelas, seperti pasar resmi atau toko beras yang terpercaya. Jangan mudah tergiur dengan harga murah atau label premium tanpa jaminan kualitas.
Jika menemukan beras yang mencurigakan, warga dapat langsung melaporkannya ke pengelola pasar, PD Pasar Tohaga, atau pihak Dinas Perdagangan setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.
Ingat, menjaga kualitas beras bukan hanya soal rasa, tapi juga soal kesehatan keluarga. Jadi, pastikan hanya memilih beras yang benar-benar aman dan berkualitas!***



