POJOKBOGOR.id - Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, menjadi saksi sejarah usai menggelar Upacara Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Rabu 3 Juni 2026. Ini merupakan pertama kali, Pemkab Bogor menggelar acara puncak peringatan HJB di luar pusat pemerintahan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa pemilihan Desa Malasari bukan tanpa sebab. Pasalnya, desa ini merupakan lokasi pertama Pendopo Bupati Bogor, serta menjadi tonggak awal Pemerintahan Kabupaten Bogor.
"Ini adalah titik awal Bogor berdiri adanya Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, di mana Bupati Bogor pertama Raden Ipik Gandamana menjalankan pemerintahan," kata Rudy Susmanto, dalam sambutannya.
Baca Juga: 8 Gebrakan Aneh Dadan Hindayana Sebelum Akhirnya Dicopot Dari Kepala BGN
Saat itu, pada tahun 1948-1949, Ipik Gandaman tidak hanya memimpin Kabupaten Bogor, ia juga menjabat sebagai Plt Bupati Lebak, yang saat itu masuk wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat.
Menurut Rudy, peringatan HJB di Malasari menjadi awal untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya di Desa Malasari. Pasalnya, wilayah ini terbilang tertinggal dari segala infrastfuktur dasar.
"Saat kita melihat sesuatu hal yang kurang, maka tugas kita adalah bersama-sama mengoptimalkan pelayanan publik bisa berjalan dengan baik. Contoh di Desa Malasari, tahun lalu kita membangun jalan sepanjang hampir 20 kilometer, tujuannya untuk membuka aksesibilitas masyarakat di Desa Malasari," kata Rudy.
Baca Juga: Sambil Menahan Malu, Orang Tua Dari Mahasiswa PNJ 'Ngokop' Sesama Jenis Akhirnya Minta Maaf
"Tetapi di balik itu, infrastruktur pendidikan juga harus dikejar. Masih ada SMP, SMA di desa ini yang beroperasi satu minggu hanya dua kali. Contoh anak SMP masuk hanya seminggu dua kali, lalu di minggu berikutnya sama karena harus berbagi ruang kelas dengan siswa-siswi SMA," lanjut Rudy.
Rudy berharap, dengan menyelenggarakan HJB ke-544 ini, dapat menjadi kesan tersendiri bagi masyarakat serta menjadi bukti bahwa Pemkab Bogor benar-benar hadir, untuk melayani wilayah-wilayah perbatasan.
"Kita menggelontorkan anggaran biaya tapi anggaran biaya tersebut langsung digunakan oleh masyarakat. Contoh hari ini seluruh hunian tempat tinggal penduduk hampir semuanya disewa oleh para tamu dan para organisasi perangkat daerah. Yang kedua, kami Pemerintah Kabupaten Bogor meminimalisir untuk memesan konsumsi atau katering dari luar. Kita bagikan uangnya melalui pemerintah desa agar desa yang mengelola, masak, mempersiapkan makanan untuk segala rangkaian kegiatan acara," kata dia.
Baca Juga: Dua Mahasiswa Sesama Jenis Politeknik Negeri Jakarta Asik 'Ngokop' Dilingkungan Kampus
Rudy juga mengapresiasi seluruh stakeholder yang sudah hadir ikut menyukseskan HJB ke-544 di Desa Malasari ini.
"Ini bukti bahwa kita punya niatan yang sama untuk membangun Kabupaten Bogor menjadi lebih baik lagi," tegas Rudy. ***



