POJOKBOGOR.id – Tumpukan material di sepanjang Jalan Prumpung–Gunungsindur–Cicangkal, Kecamatan Gunungsindur, belakangan jadi sorotan warga.
Pasalnya, proyek peningkatan jalan senilai hampir Rp 12 miliar tersebut belum menampakkan aktivitas pengerjaan yang signifikan.
Menanggapi hal itu, Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VIII Parung pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Candra Trikaya, menegaskan bahwa material yang terlihat hanyalah bagian dari tahapan awal rekonstruksi.
“Bahan material yang disebar di beberapa titik lokasi itu adalah agregat LPA dari pekerjaan proyek rekonstruksi. Nantinya digunakan untuk perataan badan jalan sebelum dihampar Bnol atau LC (lean concrete), lalu dilapisi beton FS 45,” jelas Candra, Jumat (19/9/2025).
Meski begitu, suara warga terus menguat agar proyek segera berjalan.
Ketua PK KNPI Gunungsindur, Jaka Laidy, menilai lambannya pengerjaan bisa memunculkan persepsi negatif di masyarakat.
“Ini sudah melalui proses tender dan tahapan resmi. Kalau pengerjaannya lambat, kesannya jadi tidak serius. Apalagi jalur ini juga akses armada tambang yang terhubung ke Rumpin dan Parungpanjang,” ungkap Jaka.
Ia berharap pihak pelaksana tidak menunda lebih lama, sebab keberadaan material yang menumpuk di pinggir jalan justru mengganggu penggunaharapan
“Kalau tahapannya sudah selesai, segera dikerjakan. Jangan sampai warga makin resah dengan lalu lintas truk tambang ditambah proyek jalan yang molor,” tegasnya.
Dengan nilai proyek yang besar dan jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari, masyarakat kini menanti langkah cepat pemerintah agar rekonstruksi Jalan Prumpung–Gunungsindur bisa segera terealisasi sesuai harapan.




