POJOKBOGOR.id - Hujan deras yang mengguyur Rancabungur, Kabupaten Bogor, Selasa malam (29/7), bikin warga Kampung Baru, Desa Bantarsari, waswas.

Pasalnya, tembok penahan tanah (TPT) di kawasan Perumahan Arum Park jebol, menyebabkan banjir meluap ke permukiman warga di tiga RT yang masuk dalam RW 007 dan RW 005.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan mencapai puncaknya.

Aliran anak Kali Cideupit yang melintasi area perumahan pun tak mampu menampung debit air, lalu meluap ke rumah-rumah warga.

"Airnya langsung nyeruduk turap, terus longsor. Deras banget hujannya semalam," cerita Nandang, Penanggung Jawab Proyek Arum Park,Rabu (30/7).

Menurut Nandang, bagian yang ambruk adalah struktur turap dan pagar setinggi total sekitar 5 meter.

Setelah kejadian, tim pengembang langsung bergerak cepat membersihkan puing dan membantu warga terdampak.

“Kita prioritaskan penanganan darurat dulu. Pembersihan sudah selesai, sekarang mulai bantu perbaikan rumah yang rusak,” ujarnya.

Selain itu, pengembang juga tengah menyiapkan program CSR untuk normalisasi saluran air warga agar kejadian serupa tak terulang.

Namun di balik penanganan darurat, muncul keresahan dari warga soal kelengkapan dan transparansi dokumen Amdal perumahan tersebut.

Tokoh pemuda setempat, David Khiyarannahari, mendesak agar pengembang membuka dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ke publik.

“Perumahan segede ini harusnya Amdal-nya terbuka. Warga punya hak tahu risiko lingkungan sebelum pembangunan dimulai,” ujar David.

David menilai, keterlibatan warga dalam kajian lingkungan sangat penting agar mitigasi bencana bisa dilakukan bersama-sama, bukan baru bereaksi setelah kejadian.

Menanggapi hal itu, Nandang menegaskan seluruh perizinan sudah beres, termasuk Amdal.

“Kalau izin sudah keluar dari pemerintah, berarti semua dokumen lengkap. Proses di Jawa Barat sekarang ketat,” jelasnya.

Ia juga membuka pintu dialog dengan warga untuk membahas langkah ke depan agar situasi serupa tidak terulang.