POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, mengarahkan pemerintah desa mulai membuat data presisi, sebagai acuan Bupati Rudy Susmanto melakukan intervensi program pembangunan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Hadijana menerangkan, dari hasil Sekolah Pemerintahan Desa bekerja sama dengan IPB University, 3 desa telah memiliki data digital.
Tiga desa yang telah memiliki data presisi yaitu Desa Citaringgul, Kecamatan Babakanmadang, Desa Setu, Kecamatan Jasinga dan Desa Babakansadeng, Kecamatan Leuwisadeng.
Baca Juga: Cungkring Bogor, Hidangan Tradisional Berisi Kikil yang Tak Pernah Sepi Pembeli
"Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri pun saya minta membuat data presisi, dalam lomba desa karema saya yakin belum ada yang memiliki di Jawa Barat sata presisi itu," jelas Hadijana, Senin 24 November 2025.
Hadijana mengungkapkan, mulai tahun 2026 seluruh desa di Kabupaten Bogor membuat data presisi menggunakan bantuan keuangan (bankeu) desa, bekerja sama dengan IPB University.
'Karena sebagian besar infrastruktur di desa sudah membaik jadi kami arahkan bankeu tidak lagi dominan untuk infrastruktur tapi itu digitalisasi data desa," kata Hadijana.
Baca Juga: Gurih dan Harum Rempah, Laksa Bogor Tetap Jadi Ikon Kuliner Kota Hujan
Menurutnya, data presisi sangat.membantu dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Bogor. "Karena data yang disajikan real time, update terus yang memuat potensi, jumlah penduduk hingga prediksi penambahan jumlah penduduk," kata dia.
Digitalisasi data desa merupakan salah satu prioritas Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk diwujudkan.
Menurut Rudy, digitalisasi data desa bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Baca Juga: Pemkab Bogor Salurkan Bantuan Pakan Ikan untuk 661 Rumah Tangga Perikanan Terdampak Banjir
“Kita harus memperbaiki kualitas data dan bekerja berdasarkan big data yang terintegrasi. Data ini akan menjadi acuan setiap pengambilan keputusan,” jelasnya.
Rudy mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk mendukung program digitalisasi dengan sikap positif. “Pemerintah sekarang sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita bangun bersama secara positif,” katanya.
Melalui digitalisasi desa, Rudy Susmanto optimistis mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang adaptif, transparan, dan berbasis data demi kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. ***



