BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menelaah rencana pembangunan flyover di ruas Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang), terutama pada bagian jalan yang hingga kini belum tersambung karena terhalang rel kereta.
Kajian ulang ini muncul karena kebutuhan anggaran untuk membangun jembatan layang tersebut dinilai sangat besar dan berpotensi membebani keuangan daerah.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan awal, konstruksi flyover Bomang membutuhkan biaya hampir setengah triliun rupiah.
Jumlah tersebut dianggap terlalu tinggi untuk ditanggung hanya oleh pemerintah kabupaten, apalagi pembangunan infrastruktur di wilayah lain juga terus membutuhkan pendanaan.
Atas pertimbangan itu, Pemkab Bogor telah meminta dukungan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Namun hingga kini, belum ada jawaban karena keduanya sedang melakukan efisiensi anggaran sehingga tidak dapat serta-merta mengalokasikan dana tambahan.
Di tengah ketidakpastian bantuan, pemerintah daerah mencoba mencari solusi agar proyek tetap bisa berjalan.
Salah satu opsi yang sedang dihitung ulang adalah mengurangi skala flyover, baik dari segi panjang bentangan maupun lebarnya, sehingga total anggaran dapat ditekan.
Suryanto memperkirakan bahwa dengan penyesuaian desain, biaya pembangunan bisa turun hingga di kisaran Rp200 miliar dan memungkinkan dibiayai melalui APBD.
Ia menegaskan bahwa Bupati Bogor tetap berkomitmen untuk mewujudkan flyover Bomang karena keberadaannya sangat penting untuk konektivitas dan kelancaran arus kendaraan.
Pemerintah berharap revisi perencanaan ini dapat membuka jalan agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.***



