BOGOR.POJOKSATU.id - Belum sepekan setelah aksi massa yang berlangsung di kawasan Cibinong pada Senin (4/5/2026), kondisi lalu lintas di wilayah Parung Panjang masih dipenuhi kendaraan tambang, terutama pada jam-jam sibuk.

Aktivitas truk bermuatan tambang masih terlihat melintas saat warga memulai aktivitas pagi, mulai dari jam berangkat sekolah, bekerja, hingga kegiatan perdagangan di pasar.

Kondisi tersebut kembali memunculkan keluhan masyarakat karena kendaraan berat harus berbagi jalur dengan pengguna jalan lain di tengah tingginya mobilitas warga.

Sejumlah warga menilai situasi ini membuat arus lalu lintas menjadi padat dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pelajar dan pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Keberadaan truk tambang yang melintas di jalan umum sebenarnya sudah lama menjadi perhatian masyarakat di kawasan Parung Panjang dan sekitarnya. Selain menyebabkan kemacetan, kendaraan berat juga dinilai mempercepat kerusakan jalan serta memicu polusi debu.

Pasca aksi massa beberapa hari lalu, harapan masyarakat terhadap penataan lalu lintas kendaraan tambang kembali mencuat. Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatur jam operasional dan jalur distribusi kendaraan tambang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Dorongan percepatan pembangunan jalan khusus tambang pun kembali disuarakan. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang agar kendaraan tambang tidak lagi bercampur dengan kendaraan masyarakat di jalan umum.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat lebih terjamin, terutama di wilayah yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar.***