BOGOR.POJOKSATU.id - Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai manusia silver meninggal dunia usai diduga mengalami overdosis dan keracunan.
Korban sempat koma selama empat hari di RS Sentosa, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Pihak rumah sakit mengungkapkan, hingga kini identitas korban belum diketahui.
Data pribadi maupun keterangan keluarga tidak ditemukan, hanya ciri-ciri fisik berupa rambut ikal, kulit gelap, dan usia diperkirakan di bawah 20 tahun.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut menemukan tanda khusus lain di tubuh korban berupa tato bertuliskan “GAZA” pada jari-jari tangan kirinya.
Humas RS Sentosa, Iswan Gunawan, mengatakan tato tersebut terdiri dari huruf-huruf di empat jari yang bila dibaca menyambung menjadi “GAZA”.
Meski demikian, makna tato tersebut belum bisa dipastikan. Secara umum Gaza dikenal sebagai nama kota di Palestina.
Korban sempat dirawat intensif di ruang ICU sejak kondisinya menurun pada Rabu (24/9/2025) dini hari. Tim medis dan perawat berkoordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memberikan penanganan maksimal.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis siang sekitar pukul 12.30 WIB.
Jenazah kemudian dimakamkan pada Kamis malam (25/9/2025) di TPU Jabon Mekar. Proses pemulasaraan dilakukan sesuai standar, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga prosesi ibadah.
Tim Barzah Dompet Dhuafa turut membantu, sedangkan pemakaman dikawal oleh pihak kepolisian serta Satpol PP Kecamatan Kemang.
Pihak RS Sentosa menegaskan, mereka memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan, meski sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang mengakui korban.
Rumah sakit juga mengimbau masyarakat yang merasa mengenali pria tersebut untuk menghubungi pihak berwenang agar identitasnya bisa diketahui. ***



