POJOKBOGOR.id - Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, porak poranda dirusak massa aksi yang merupakan warga Cigudeg dan sekitarnya menuntut pencairan dana kompensasi atas penutupan aktivitas tambang oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Senin 12 Januari 2026.

Sejumlah kaca di Kantor Kecamatan Cigudeg pecah akibat lemparan dari massa aksi, selain itu massa juga sempat memblokade Jalan Raya Cigudeg hingga menimbulkan kemacetan parah.

Koordinator aksi Asep Fadlan menjelaskan, dalam tuntutannya masyarakat meminta kejelasan terkait dana kompensasi sebesar Rp3 juta per bulan yang dijanjikan Gubernur Dedi Mulyadi, atas penutupan aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Wakapolri Optimistis SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunungsindur Beroperasi Juli 2026

"Masyarakat menginginkan kejelasan terkait pencairan dana kompensasi, pembukaan kembali aktivitas tambang sebagai penggerak ekonomi masyarakat, penyediaan lapangan pekerjaan dan percepatan realisasi jalur khusus tambang," ungkap Asep Fadlan.

Menurutnya, selama penutupan aktivitas tambang, masyarakat Cigudeg banyak kehilangan mata pencaharian, sehingga mereka sangat mengharapkan kompensasi yang dijanjikan.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 3 November 2025 akan memberikan kompensasi Rp3 juta per bulan per KK, selama 3 bulan kepada masyarakat terdampak penutupan aktivitas tambang.

Baca Juga: Awas Berkas Ditolak, Ini Dia Alur yang Benar Pembuatan KTP di Bogor Tahun 2026

Saat itu, Dedi mencairkan Rp3 juta untuk November. Sisanya, ia berjanji dicairkan Januari 2026 langung dirapel Rp6 juta untuk Desember dan Januari.

Ia menegaskan, kompensasi itu diberikan selama penutupan aktivitas tambang, di mana banyak masyarakat bekerja di pertambangan namun mendapat upah rendah.

"Maka itu, kami perlu ingatkan Gubernur, bagaimana nasib masyarakat ini. Kami juga ada yang punya sangkutan lising karena kredit truk, tidak sedikit juga yang jadi terlilit hutang ke bank emok," ujar Asep Fadlan. ***