POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor, berhasil menurunkan angka stunting cukup signifikan dalam setahun terakhir. Saat ini, masih terdapat 6.231 balita stunting per akhir Agustus 2023.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr Agus Fauzi menjelaskan, jumlah tersebut hanya 1,59 persen dari total balita yang ditimbang hingga akhir Agustus 2023.

Kata dia, jumlah tersebut menurun cukup jauh dari tahun 2022 jumlah stunting mencapai 18.666 balita atau 4,78 persen.

Baca Juga: Cegah Stunting, Bapas Kelas II Bogor Berikan Suplemen dan Sembako Kepada 75 Balita

dr Agus menjelaskan, Kabupaten Bogor telah ditunjuk sebagai salah satu dari 160 daerah lokus intervensi stunting oleh pemerintah pusat.

"Untuk sampai zero stunting memang berat. Tapi setidaknya kita bisa mencegah adanya kasus stunting baru. Alhamdulillah dengan berbagai program dan pihak yang terlibat, saat ini stunting sudah di angka 1,59 persen," kata Agus Fauzi di sela Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat/Publikasi Status Gizi Balita tahun 2023, Senin (9/10).

Menurutnya, desa dan kecamatan memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka stunting, lewat kegiatan partisipasi masyarakat desa.

Baca Juga: Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Yakin Air Bersih dan Sanitasi Baik Mampu Tuntaskan Masalah Stunting di Kabupaten Bogor

"Koordinasikan layanan konvergensi pencegahan stunting di desa dan monitoring laporan konvergensi stunting di desa pada sasaran rumah tangga pada 1.000 hari pertama kehidupan," kata Agus.

Di tempat yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Hadijana mengungkapkan, permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama dan lintas sektoral.

Untuk itu, sinergi dan kolaborasi lintas sektor dan stakeholder perlu terus ditingkatkan untuk penanganan stunting yang lebih terintegrasi dan komprehensif.

Baca Juga: Serius Tangani Stunting, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Jajarannya Lakukan Studi Komparatif ke Sumedang

Pemerintah Pusat menargetkan turun 14 persen pada tahun 2024 dan Provinsi menargetkan sebesar 17,2 persen.

"Pemkab Bogor berkomitmen melakukan intervensi stunting secara menyeluruh demi tercapainya Bogor Bebas Stunting di tahun 2024. Percepatan penanganan dan penajaman sasaran stunting pada tahun 2020 telah ditetapkan 38 desa dari 14 kecamatan dan tahun 2021 sebanyak 68 desa di 26 kecamatan, serta tahun 2022 telah ditetapkan 104 desa di 34 kecamatan sebagai lokus fokus intervensi stunting," tegas Hadijana. ***