POJOKBOGOR.id - SMP Negeri 3 Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengeluhkan terbatasnya jumlah tenaga pengajar.

Namun, meski kondisi tersebut sangat dipelukan, pihak SMP Negeri 3 Cileungsi tidak bisa merekrut sumber daya manusia karena kebijakan pemerintah.

Kepala SMP Negeri 3 Cileungsi, Sri Rismayanti mengatakan, pemerintah telah melarang sekolah merekrut guru honorer. Sejak saat itu pula guru non ASN sudah tidak mendapatkan dana honor.

Baca Juga: Sesuai Arahan Gubernur Dedi Mulyadi Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Hari Ini Diselenggarakan di GOR Pajajaran, Semua Pelayanan Ada

"Guru-guru di SMP Negeri 3 Cileungsi sudah tidak dapat honor kembali karena sudah tidak ada kebijakan, oleh karena itu bagaimana caranya mengusulkan agar sekolah-sekolah ditambah guru negeri," ujar Sri Rismayanti saat reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II.

Sri Rismayanti sangat berharap DPRD Kabupaten Bogor bisa memberikan solusi, mengingat tenaga pengajar sangat penting untuk dunia pendidikan.

"Selain tenaga pengajar, SMP Negeri 3 Cileungsi juga ingin wakil rakyat dari Dapil II memperjuangkan penambahan ruang kelas baru (RKB) dan fasilitas MCK. Sebab yang ada sekarang selain tidak layak dan kotor, jumlahnya tak sebanding dengan jumlah anak didik," ucapnya.

Baca Juga: Update Informasi Lengkap Pelayanan SIM Keliling di Kabupaten Bogor Hari Ini

Ia mengungkap, akibat MCK yang tidak sebanding dengan jumlah peaerta didik, membuat siswa harus antre.

“Jumlah MCK di SMP Negeri 3 Cileungsi itu sedikit, makanya perlu ada penambahan. Apalagi kalau dilihat siswa kita ini banyak yang ngantre saat mau ke kamar mandi,” tuturnya.

Terkait RKB, Sri Ramayanti mengharapkan dapat direalisasikan pada 2026 mendatang. "Animo masyarakat menyekolahkan anaknya ke SMPN 3 Cileungsi sangat tinggi, sedangkan ruang belajar yang ada belum bertambah. Saya berharap kalau tidak ada lahan di sekolah ini untuk pembangunan RKB dibangun di lantai atas," katanya.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Terkenal di Jalan Pajajaran Bogor, Aksesnya Paling Mudah Ditelusuri

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Ansori menyatakan bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terkait kondisi SMP Negeri 3 Cileungsi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Kadisdik terkait guru R3 atau perekrutan PPPK dengan jumlah 9.002 di tahun depan, dan semoga sampai ke SMP Negeri 3 Cileungsi. Sedangkan untuk MCK akan kita perjuangkan," katanya.