POJOKBOGOR.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya warga yang melakukan aktivitas tambang pongkor di luar kawasan resmi di Kabupaten Bogor.

Dedi menyebutkan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah korban tambang pongkor yang meninggal dunia tercatat sembilan orang.

Para korban tambang Pongkor berasal dari wilayah Sukajaya dan Cigudeg.

Ia menjelaskan, perbedaan informasi terkait jumlah korban sempat beredar di tengah masyarakat.

Namun, data yang diterimanya telah dilengkapi dengan identitas korban dan dinilai paling valid.

"Saya menyampaikan juga duka yang cukup, ada yang menyampaikan lima orang, ada yang menyampaikan sembilan orang. Ada yang menyampaikan 14 orang. Tetapi dari data yang saya terima, yang dikirim pada saya, nama-namanya yaitu untuk wilayah Sukajaya dan wilayah Cigudeg, itu semuanya sembilan orang," ujar Dedi, dikutip dari akun Instagram pribadinya.

Mantan Bupati Purwakarta itu mendoakan, para korban mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

"Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan keluarganya ditabahkan," kata Dedi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengevaluasi izin operasional pertambangan di kawasan PT Antam (Aneka Tambang), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Langkah ini diambil menyusul peristiwa kepulan asap di area tambang yang menyebabkan korban jiwa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan warga serta kelestarian lingkungan.

Menurut Herman, Pemprov Jabar akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum mengambil langkah lanjutan, agar kebijakan yang ditempuh tepat dan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

"Nanti kita cek ricek koordinasi dengan Pemda Bogor. Yang jelas provinsi akan berikan bantuan membackup. Tapi kami harus dikoordinasikan dulu dengan Kabupaten Bogor," kata Herman.

Peristiwa kepulan asap di area pertambangan tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Jabar karena menyangkut keselamatan warga serta pengelolaan dan daya dukung lingkungan.

Lima warga dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak asap di lokasi pertambangan.

Herman menambahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki perhatian khusus terhadap pengendalian alih fungsi lahan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas tambang.

Oleh karena itu, evaluasi izin pertambangan tidak hanya dilihat dari aspek administratif, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan masyarakat.

"Yang jelas kan pak gubernur untuk ini beliau sangat konsen dengan pengendalian alih fungsi kita sudah terbitkan pergub nomor 11 tahun 2025 dan saat ini sedang lakukan evaluasi di RTRW yang jelang pembangunan didalamnya tambang tidak boleh mereduksi daya dukung lingkungan," tutur Herman.