POJOKBOGOR.id - Dua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bogor, membahas masalah dalam upaya penanganan stunting, dalam debat perdana pada Sabtu, 26 Oktober 2024 malam.
Debat antara pasangan nomor urut 1 Rudy Susmanto-Ade Ruhandi alias Jaro Ade dan pasangan nomor urut 2 Bayu Syahjohan-Bayu Musyafaur Rahman, berlangsung seru.
Keseruan itu lantaran persoalan stunting di Kabupaten Bogor disorot banyak pihak karena memiliki kasus tertinggi kedua di Jawa Barat.
Baca Juga: Debat Perdana, Rudy Susmanto Ungkap Blue Print Pendidikan Kabupaten Bogor untuk 5 Tahun
Pertanyaan stunting itu dilontarkan kepada pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor urut 2, Bayu Syahjohan dan Musyafaur.
Bayu menjelaskan, sebanyak 1,5 persen atau sekitar 6.231 jumlah anak terkena stunting di Kabupaten Bogor saat ini.
Sehingga solusi dari paslon nomor urut 2 yakni memaksimalkan peran Posyandu untuk mencegah dan mengurangi angka stunting di Bogor.
"Untuk itu, tentunya kita akan mempercayakan Posyandu, bagaimana kita melakukan edukasi kepada masyarakat, atau yang baru mau nikah. Setelah itu bagaimana di dalam masa persalinan, hingga pada ibu hamil itu diberikan asupan-asupan yang bergizi," jelas Bayu.
Baca Juga: Pemkab Bogor Catat Investasi Masuk Rp16 Triliun Sepanjang 2024
"Oleh sebab itu posyandu di Kabupaten Bogor akan kita naikan insentifnya apabila kita menang," lanjutnya.
Senda dengan Bayu, calon wakil Bupati Bogor nomor urut 2 Musyafaur Rahman menjelaskan, posyandu akan menjadi ujung tombak mereka untuk mengatasi persoalan stunting.
"Kami akan mempersenjatai tim-tim posyandu di bawah dengan kenaikan insentif, supaya pendataan mereka dan kemudian pemberian asupan-asupan yang kita subsidi oleh Pemkab Bogor ke depan itu bisa tepat guna dan dipastikan bisa menyentuh masyarakat langsung, tanpa terkecuali," kata dia
Menanggapi hal itu, calon Bupati Bogor nomor urut 1 Rudy Susmanto menjelaskan, permasalahan utama stunting adalah pengentaskan pengangguran di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Pj Bupati Bogor Tinjau Sumber Air Ciburial Peninggalan Belanda
"Kenapa menjadi stunting? Tidak bisa membeli kebutuhan makanan bergizi. Kenapa tidak bisa membeli kebutuhan makanan bergizi? Karena rakyatnya miskin. Kenapa rakyatnya miskin? Karena rakyatnya pengangguran, tidak bisa bekerja," kata Rudy.
Sehingga, konsep Rudy pada lima tahun ke depan atau jika terpilih sebagai Bupati Bogor akan menyelesaikan stunting beserta dengan kemiskinan hingga pengangguran di Kabupaten Bogor.
"Konsep kami dalam lima tahun ke depan, kami bisa menyelesaikan masalah stunting, kemiskinan, pengangguran di lima tahun kepemimpinan kami," jelas dia.
Sementara, bakal calon wakil Bupati Bogor nomor urut 2 Ade Ruhandi alias Jaro Ade tidak memberikan masukan atau tanggapan secara spesifik soal penanganan stunting.
Baca Juga: Pemkab Bogor Catat Investasi Masuk Rp16 Triliun Sepanjang 2024
Uniknya, Jaro Ade malah menjelaskan soal posisi antara pemerintah atau kepala daerah dengan rakyatnya.
"Menangani stunting kita memang harus intervensi, sehingga kami menempatkan diri kami sebagai pelayan. Karena yang kena stunting itu anak-anak kita, anak-anak kami," ungkap Jaro Ade.
"Jadi mereka adalah sebagai raja, sebagai masyarakat yang harus kita layani," kata dia. ***



