POJOKBOGOR.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor menetapkan macan tutul sebagai maskot untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor. Sepasang maskot itu diberi nama Pati dan Wati.
"Untuk maskot kita mengambil dari macan tutul, filosofinya dari macan tutul yang berasal dari Jawa Barat," kata Ketua KPU Kabupaten Bogor M Adi Kurnia, Minggu 9 Juni 2024.
Terpisah, pembuat ilustrasi macan tutul ini, Hendra Abriansyah mengatakan, kedua macan tutul yang kini menjadi maskot Pilkada 2024 memiliki nama Pati dan Wati.
Baca Juga: 7 Orang jadi Korban Ledakan Gas Tabung, Alami Luka Bakar Sampai 70 Persen
Menurut Hendra, untuk karakter macan tutul jantan ia memiliki nama Pati, yang diambil dari singkatan Pemilukada Bupati. Sedangkan untuk karakter macan tutul betina, Hendra memberi nama Wati, atau singkatan Wakil Bupati.
"Karakter diambil dari hewan macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang berada di gunung pangrango," ujarnya.
Menurutnya, karakter macan tutul ini diambil dari hewan yang berada di Gunung Pangrango, dengan alasan karena konservasi dari macan tutul tersebut kini sudah hampir punah.
Baca Juga: Jelang Pilbup Bogor, PPP Condong ke Jaro Ade dan Rudy Susmanto
"Maskot tersebut dapat menjadi simbol kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati," paparnya.
Selain itu, kehadiran macan tutul sebagai maskot ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar sama-sama bertanggungjawab untuk menjaga habitat dari hewani dan hayati di Kabupaten Bogor.
Pati juga digambarkan dengan memakai baju pangsi sebagai simbol pertemuan antara tradisi dan modernitas, menegaskan Identitas budaya lokal sambil mencitrakan kesopanan dan keberanian. Maskot macan tutul jantan ini pun dibuat dengan memegang kertas suara Pilkada.
Baca Juga: KPU Kabupaten Bogor Siapkan 7.686 TPS untuk Pilkada 2024
Macan tutul jantan ini juga menggunakan ikat kepala tradisional yang berasal dari budaya Sunda atau yang biasa disebut udeng. Udeng itu diisi dengan motif batik urug khas Kabupaten Bogor.
Sedangkan untuk karakter Wati, Hendra membuatnya menggunakan pakaian rok lilit kebaya dengan motif batik urug pada maskot.
Hal ini ditujukan untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal kepada masyarakat Kabupaten Bogor.
Kebaya Sunda warna merah muda dalam maskot dapat mengandung filosofi kesegaran, kelembutan, dan keceriaan. Warna pink sering kali dikaitkan dengan sifat yang lembut, hangat, dan menyenangkan.
Baca Juga: Rudy Susmanto Sebut Kabupaten Bogor Harus Dibangun dengan Cinta dan Kekuatan Budaya
Maskot sedang menunjukan jari yang telah tercelup tinta, menandakan telah berpartisipasi menggunakan hak suara di Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
Paku dalam konteks pemilu sebagai alat untuk mencoblos kertas suara. menandakan telah siap menggunakan hak suaranya.
"Maskot sedang menunjukan jari yang telah tercelup tinta, menandakan telah berpartisipasi menggunakan hak suara di Pemilukada Bupati dan Wakil," katanya. ***



