POJOKBOGOR.id - Layar ponsel dan konsol permainan sempat menjadi arena lomba bagi penghuni Sentul Tower Apartment (STA) di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pada puncak peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026), giliran bakiak dan balap karung yang mengisi lapangan.

Perpaduan dua jenis permainan itu mewarnai rangkaian perayaan kemerdekaan di kawasan hunian vertikal tersebut.

Pada tahap awal yang bergulir sejak pekan sebelumnya, panitia mempertandingkan badminton, tenis meja, catur, PlayStation (PS), Mobile Legends, dan gaple.

Menariknya, dua nomor yang paling banyak diikuti warga justru PS dan gaple (Domino). Badan Pengelola Sentul Tower Apartment, Maulana, mengaitkan hal itu dengan kebiasaan lama para penghuni yang menemukan kembali ruangnya.

"Kalau PS mungkin penyaluran bakat terpendam sebelumnya. Yang biasa main PS di rental, sekarang diadakan lomba jadi ramai. Kalau gaple, mungkin bapak-bapak yang biasa nongkrong di pos ronda, jadi mengenang kejayaan sebelumnya," tuturnya.

Nuansa berbeda muncul pada hari puncak yang mengusung tema "Semangat Merdeka, Warga Bersatu, STA Maju".

Permainan tradisional dibuka bagi anak-anak sampai orang dewasa, meliputi bakiak, makan kerupuk, balap karung, dan kelereng, dengan bola air sebagai penutup.

Setelah makan siang, sekitar delapan peserta mengikuti lomba karaoke, dan seluruh agenda ditargetkan selesai menjelang sore.

"Puncak acara hari ini ada perlombaan-perlombaan tradisional, ada bakiak, makan kerupuk, balap karung dan lain-lain. Kita tutup dengan bola air. Setelah makan siang akan ada lomba karaoke," kata Maulana.

Ia menjelaskan kegiatan pada hari tersebut menjadi penutup dari agenda yang sudah berjalan sebelumnya.

"Jadi kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari acara-acara sebelumnya. Kebetulan hari ini puncak acara perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81," ucapnya.

Bagi penghuni bernama Vivian, bagian permainan tradisional itulah yang paling menyita perhatian. Suasananya, kata dia, mengingatkan pada perayaan warga di lingkungan permukiman.

"Lomba anak-anak seperti lomba karung, kelereng, kerupuk itu paling menarik. Seperti pesta rakyat," ujarnya.

Anak-anaknya turut turun pada sejumlah nomor, di antaranya bola air, balap karung, kelereng, serta makan kerupuk.

Vivian menilai kegiatan tersebut menghadirkan hiburan bagi warga apartemen, terlebih bagi kalangan anak.

"Sangat luar biasa untuk penghuni STA. Sangat terhibur untuk anak-anak kami, dan saya berharap semoga setiap tahunnya tambah meriah," kata Vivian.

Seluruh nomor lomba, baik yang dimainkan lewat layar maupun di lapangan, terbuka bagi penghuni STA, mencakup pemilik unit dan perwakilan pemilik yang tinggal di kawasan itu.

Maulana menyebut warga sudah memadati lokasi kegiatan sejak pagi, dengan animo yang dinilainya melampaui tahun lalu.

"Antusiasnya luar biasa. Alhamdulillah cukup ramai dari tadi pagi. Bahkan dari lomba-lomba sebelumnya juga pesertanya ramai. Dibanding tahun sebelumnya, ini jauh lebih antusias," jelasnya.

Di luar sisi hiburan, pengelola menaruh harapan pada dampak jangka panjang kegiatan tersebut bagi kehidupan bertetangga di apartemen.

"Kami dari Badan Pengelola Sentul Tower Apartment berharap semakin solidnya warga, menjaga kerukunan, dan pada akhirnya bisa meningkatkan value dari kepemilikan unit itu sendiri," terangnya.

Vivian pun berharap agenda serupa tetap hadir pada tahun-tahun berikutnya.

"Harapannya kita penghuni STA, penghuni apartemen ini semakin solid, semakin kompak kekeluargaannya, dan saling mengenal," pungkasnya.***