BOGOR.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Dadang Kosasih serta perwakilan Jasa Raharja menyerahkan langsung kompensasi kepada para sopir angkutan kota atau angkot.

Hal tersebut dikarenakan mereka terkena dampak dari kebijakan pengaturan lalu lintas saat musim mudik di Puncak Bogor.

Momen tersebut sekaligus menjadi sorotan karena nama Dadang Kosasih sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik pada masa libur Lebaran 2026.

Saat itu, ia sempat diterpa isu yang menuduh dirinya memotong dana kompensasi bagi sopir angkot.

Tuduhan tersebut bahkan sempat membuat Dadang dipanggil oleh Gubernur Jawa Barat untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Setelah mendengarkan penjelasan Dadang, Dedi Mulyadi mengaku tersentuh mengetahui bahwa tudingan tersebut tidak benar.

Ia menilai Dadang justru bekerja dengan penuh keikhlasan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan Puncak yang kerap mengalami kemacetan parah saat musim liburan.

“Yang paling hebat dari Dadang, ketika saya bekali dia menolak. Dia bilang, ‘tidak pak, saya kepala bidang, tidak mau menerima dari bapak’. Kenapa? Dia bilang terlalu kecil. Jadi Dadang tidak menerima titipan itu,” kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, sikap tersebut menunjukkan integritas dan ketulusan Dadang dalam menjalankan tugasnya sebagai aparatur pemerintah.

Ia bahkan menyebut Dadang Kosasih layak mendapat posisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

“Spirit seperti Pak Dadang ini layak ke depan menjadi kepala dinas. Bupati itu, Dadang titipan gubernur,” ujarnya.

Kini, setelah hampir satu tahun sejak peristiwa tersebut, hubungan kerja antara Dadang Kosasih dan Dedi Mulyadi semakin erat.

Kepercayaan yang diberikan gubernur membuat Dadang kini turut terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk dalam penyaluran kompensasi kepada sopir angkot. ***