BOGOR.POJOKSATU.id - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang kembali menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait layanan rumah sakit yang dinilai belum optimal.
Terutama saat pasien berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat.
Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga meluapkan kekecewaannya terhadap sistem pelayanan yang dianggap berulang kali tidak mengalami perbaikan.
Warga menilai proses administrasi dan antrean sering kali menjadi penghambat, meskipun situasi pasien membutuhkan penanganan segera.
Rasa frustrasi akibat pelayanan yang dinilai lamban itu memuncak hingga memicu aksi protes spontan.
Dalam insiden tersebut, seorang warga diketahui menyobek lembar antrean sebagai bentuk kekesalan terhadap sistem pelayanan di RSUD Leuwiliang.
Aksi itu mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat yang merasa keluhannya selama ini tidak ditanggapi secara serius.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa keluhan terkait pelayanan RSUD Leuwiliang bukan kali pertama terjadi.
Mereka berharap ada pembenahan nyata, khususnya dalam penanganan pasien darurat, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Hingga kini, masyarakat Bogor Barat, khususnya warga sekitar Leuwiliang, berharap pihak manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi menyeluruh.
Peningkatan kualitas layanan, kecepatan respons tenaga medis, serta sistem antrean yang lebih manusiawi dinilai menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah. ***



