POJOKBOGOR.id - Star Energy Geothermal (SEG) memperluas akses energi bersih bagi 520 keluarga di sekitar wilayah PLTP Salak, melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas.

Program itu dilaksanakan secara bertahap pada 2018-2025, sebagai bagian komitmen tanggung jawab sosial perusahaan.

Program ini mencakup pemasangan instalasi listrik rumah tangga, penyediaan alat penerangan, serta dukungan penyambungan KWH mandiri bagi warga di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya belum memiliki akses listrik sendiri atau masih menyambung ke rumah tetangga.

Baca Juga: PT TASPEN TEGASKAN! THR Pensiunan 2026 Masih Tunggu Aturan Pemerintah Pusat, Ini Faktanya

Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG Laksmi Prasvita menyampaikan bahwa program elektrifikasi merupakan investasi sosial jangka panjang yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Program Elektrifikasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan kehadiran operasional PLTP Salak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendidikan, produktivitas, dan pengembangan usaha warga,” ujar Laksmi.

Implementasi Bertahap dan Terukur

Program ini dimulai pada 2018 dengan menjangkau 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Pada 2023, bantuan diperluas kepada 123 KK di Desa Cihamerang dan Desa Mekarjaya.

Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Begini Cara Mudah Cek THR Pensiunan 2026 yang Cair, Tidak Perlu Antre ke Bank

Pada 2024, sebanyak 141 KK di wilayah Kabandungan dan Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menerima manfaat program serupa.

Sementara pada 2025, 141 rumah tangga kembali memperoleh akses listrik mandiri, terdiri atas 71 KK di Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, dan 70 KK di Desa Pulosari, Kecamatan Kabandungan.

Dampak Sosial yang Lebih Luas

Sepanjang 2025, SEG juga mencatat 953 orang dan 19 institusi menerima manfaat berbagai program antara lain beasiswa, pelatihan guru dan siswa sahabat budaya pada sektor pendidikan.

Kemudian pada sektor ekonomi, pelatihan budidaya pertanian, pendampingam UMKM, pengembangan usaha BUMDES, bantuan elektrifikasi dan pemeriksaan kesehatan keluarga

Lalu pelatihan perikanan budidaya ikan torsoro dan peningkatan kapasitas dan pelatihan pengurus bank sampah.

Laksmi menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan yang dilakukan SEG berfokus pada keberlanjutan dan kemandirian masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pada awalnya berfungsi sebagai katalis untuk mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi maupun kelembagaan,” jelasnya.

Baca Juga: Tips dan Trik CPNS 2026 untuk Fresh Graduate, Simak Lengkapnya

Selaras dengan Energi Bersih dan Pembangunan Berkelanjutan

Program elektrifikasi ini sejalan dengan agenda pemerataan akses listrik nasional serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 7: Affordable and Clean Energy.

Sebagai perusahaan energi terbarukan berbasis panas bumi, SEG berkomitmen menghadirkan energi yang tidak hanya bersih bagi sistem kelistrikan nasional, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Kepala Desa Pulosari Dirja Miharja menyampaikan bahwa program bantuan elektrifikasi sangat membantu warga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik mandiri.

“Program ini sangat membantu warga kami. Pemasangan KWH dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya awal yang cukup besar,” ujarnya.

Baca Juga: Siapa Invisible People? Ini Penjelasan Kemensos soal Warga yang Tak Tercatat Negara

SEG berharap berbagai inisiatif pemberdayaan yang dijalankan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kabandungan dan Pamijahan. ***