BOGOR.POJOKSATU.id – Ancaman gempa megathrust di selatan Pulau Jawa kembali menjadi perhatian. Lantas, seberapa besar risikonya bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Bogor?

Megathrust merupakan sumber gempa yang berada di zona pertemuan lempeng. Di selatan Jawa, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng di atasnya sehingga menyimpan potensi menghasilkan gempa kuat.

Namun BMKG menegaskan, potensi gempa bukan prediksi mengenai kapan gempa besar akan terjadi.

Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu menentukan waktu, lokasi dan kekuatan gempa secara tepat.

Bagi Bogor, ancaman yang perlu diperhatikan bukan hanya sumber gempa megathrust di laut.

BMKG menyebut Kabupaten Bogor memiliki kerawanan gempa cukup tinggi karena berada dekat sejumlah sesar aktif daratan. Sepanjang 2025, tercatat 99 kejadian gempa di Bogor dan sekitarnya, dengan 10 di antaranya dirasakan masyarakat.

Secara tektonik, kawasan Bogor juga dipengaruhi proses subduksi di selatan Jawa sekaligus sistem patahan aktif di daratan.

Gempa M3,8 pada September 2025 yang berpusat sekitar 27 kilometer barat daya Kota Bogor misalnya, merupakan gempa kerak dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar di Jawa Barat bagian tengah.

Karena Bogor berada di daratan dan tidak memiliki garis pantai, ancaman utama bagi masyarakat bukan tsunami secara langsung, melainkan guncangan gempa dan kerusakan bangunan.

Warga pun perlu melakukan persiapan sejak sekarang.

Pastikan lemari dan benda berat tidak mudah roboh, kenali titik aman di dalam rumah, tentukan jalur keluar serta lokasi berkumpul keluarga.

Siapkan pula tas darurat berisi air minum, makanan, obat-obatan, senter, powerbank dan dokumen penting.

Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan lakukan Drop, Cover, Hold On, kemudian keluar setelah guncangan berhenti apabila situasi memungkinkan.

Hal terpenting, jangan terpancing informasi mengenai tanggal terjadinya megathrust. Pantau informasi gempa hanya melalui kanal resmi BMKG. ***