POJOKBOGOR.id - Program bantuan keuangan infrastruktur desa bertajuk Samisade, digunakan sebagai alat politik oleh dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor, dalam Pilkada 2024. Dua pasangan calon sama-sama ingin menaikkan besaran alokasi Samisade jika terpilih.
Pemerintah Kabupaten Bogor pun mendengar hal itu dan menganggapnya sebagai sesuatu hal yang positif, demi percepatan pembangunan di desa, termasuk pengentasan stunting, penanggulangan stunting dan menekan angga pengangguran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah menjelaskan, untuk program Samisade tahun 2025, Pemkab Bogor tetap mengaku pada regulasi awal. Yaitu, setiap desa menerima paling besar Samisade Rp1 miliar.
Baca Juga: BRI Sukses Tekan Kredit Macet, UMKM Semakin Kuat!
"Untuk besarannya, kita akan bahas dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bogor pada minggu terakhir bulan November ini. Program yang digagas para calon (bupati) itu bagus, positif. Tapi tetap kita mengacu pada aturan awal yaitu maksimal Rp1 miliar," tegas Renaldi, Rabu 13 November 2024.
Renaldi menegaskan, dalam mengalokasikan besaran Samisade 2025, Pemkab Bogor tetap menampung aspirasi dari kepala desa. Karena tidak menutup kemungkinan Samisade 2024 bisa digunakan untuk program sosial diluar infrastruktur.
"Maka itu kami tampung usulan dari kepala desa. Mungkim sajanada perubahan regulasi untuk mendanai program strategis nasional, seperti stunting, kemiskinan dan pengangguran," jelas Renaldi. ***



