POJOKBOGOR.id - RS Sentosa Kemang, Kabupaten Bogor tengah mencari pasien yang diduga bayinya tertukar untuk mengungkap kasus bayi tertukar yang dialami mengenai Siti Mauliah (37), warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, sejak setahun lalu.
Jurus Bicara RS Semtosa Gregorius B Djako menjelaskan, pihaknya telah bersurat kepada pasien B, yang diduga bayinya tertukar dengan bayi Siti, untuk dilakukan tes DNA.
"Surat sudah kali kami kirimkan melalui kuasa hukum pasien B, pertama Minggu lalu, dan kedua hari ini via pdf," ungkap Juru Bicara RS Sentosa Gregorius B Djako, Jumat (11/8).
Baca Juga: Polres Bogor Selidiki Kasus Bayi Tertukar di RS Sentosa
Greg menjelaskan, pihak rumah sakit terus melakukan komunikasi dengan pasien B, agar ada titik terang kasus ini. Karena, pasien A (Siti) ini sudah test DNA dan hasilnya negatif.
Greg mengaku, pasca kejadian satu tahun lalu dirinya dengan manajemen terus berupaya agar pasien B mau mengikuti test DNA.
"Kami juga memberikan pilihan agar dilakukan test DNA di lembaga lain sesuai pilihan pasien B," kata Greg.
Baca Juga: Pasutri asal Ciseeng Kebingungan Soal Anaknya yang Tertukar di RS Sentosa
Sebelumnya, pasangan suami istri, Siti Mauliah (37) dan Muhamad Tabrani (52), kebingungan menunggu kejelasan mengenai bayinya yang sempat tertukar usai dilahirkan di RS Sentosa, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, sekitar tahun lalu.
Siti Mauliah mengungkapkan, dia melahirkan dengan operasi caesar pada 18 Juli 2022. "Saya sempat berikan ASI seharian dan benar lihat anak saya, tapi besoknya berubah jadi yang lain dengan perbedaan rambut lebat," kata Siti, yang merupakan warga Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Bahkan, kata dia, secara prosedur bayi yang baru lahir berada di ruangan khusus satu hari semalam, baru besok paginya dikasih ke orang tua.
Baca Juga: Bayi Berusia Satu Hari Ditemukan Membusuk dalam Kantong Belanja
"Saya sudah mulai curiga ada perawat kerumah, menanyakan gelang bayi dengan alasannya buat kunjungan pihak jhonson," jelasnya.
Ia menegaskan sebenarnya sejak awal pihak rumah sakit bisa memberikan keterangan kalau ada kejadian seperti ini, tapi tidak ada informasi apapun.
"Kenapa tidak terus terang kalau ada kesalahan prosedur, dan mereka tidak jujur sejak awal. Baru diketahui sesudah kami pulang," ungkapnya.
Baca Juga: Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Warga di Jembatan Jonggol Beralas Plastik Merah
Komisaris Utama PT Pelita Medika Sentosa sekaligus owner RS Sentosa, Frits M. Rumintjap mengungkapkan, pihaknya masih cek ricek dan kejadiannya sudah satu tahun lalu.
"Kami belum dalami, karena kejadian ini sudah satu tahun lebih," tuturnya.
Selain itu ia menambahkan pihaknya pernah dapat laporan ini dan langsung difasilitasi, tapi ditengah jalan mengalami kebuntuan karena dua keluarga tidak saling kondusif.
Baca Juga: Polres Bogor Tangkap 7 Gangster Bawa Jimat di Cibinong
"Dan kami belum tahu sejauh mana kelanjutannya, sepertinya kalau yang satu sudah (tes DNA) tapi saya kurang tahu dan belum persisnya, nanti akan ditanyakan langsung ke manajemen," kata dia.
Kuasa hukum pasien A, Rusdy ridho dari law firm SIMA Lawyers menjelaskan, pihaknya sudah mengadakan audiensi dengan RS dan bertemu bersama direktur, sampai meminta tes DNA terhadap anak pasien A, dan RS memberikan jawaban untuk test DNA di jakarta.
"Selang 10 hari kemudian dan dikumpulkan dua keluarga, dan hasil tes DNA bahwa sampel A dan B negatif atau bukan anak biologis dari pasien A (Siti)," pungkasnya.
Baca Juga: Kota Bogor Dijatah 1.112 Formasi PPPK
Kemudian sebagai kuasa, mencoba meminta pertanggungjawaban ke RS setempat dan mencari anak sesungguhnya.
"Terduga dari RS tertukar kepada gelang ada di pasien B, tapi pasien B tidak ingin melakukan tes DNA akhirnya kami sebagai kuasa mengambil langkah hukum membuat aduan ke unit PPA polres Bogor," tutupnya. ***



