POJOKBOGOR.id - Pusat olahraga akan dibangun di wilayah Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dengan menelan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp5 triliun.

Pembangunan pusat olahraga yang diklaim menjadi yang terbesar di dunia itu, merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto, sebagai kawah candradimuka bagi atlet-atlet Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dr Gunawan Suswantoro menjelaskan, pusat olahraga itu terdiri dari Akademi Olahraga dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.

Baca Juga: SAH, Seluruh Minimarket di Indonesia Kini Diperbolehkan Menjual Obat

"Jumlah cabang olahraganya sudah ditentukan oleh Pak Presiden sejumlah 21 cabang, yang nantinya dibangun sarana prasarananya di atas lahan 500 hektare yang lokasinya ditentukan Presiden," jelas Gunawan, usai rapat bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Senin 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dimulai pada 2027 dan direncanakan rampung untuk beroperasi pada 2029

"Perencanaan kita lakukan tahun ini supaya tertib perencanaan. Pembangunan di 2027-2028, kemungkinan akan berakhir di awal 2029 sudah lengkap semua," jelasnya.

Baca Juga: INFO! Jalan Otista Terjadi Penyempitan Akibat Pembongkaran Bangunan Pasar Bogor

Sementara Pemkab Bogor, kata dia, dilibatkan untuk menyesuaikan rencana pembangunan pusat olahraga dengan tata ruang wilayah Kabupaten Bogor.

"Pemkab bogor tentunya terkait dengan amdal, kata ruang dan sebagainya itu pasti akan terlibat " tegasnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengakui bahwa Rancabungur dipilih sebagai lokasi pembangunan pusat olahraga karena terbilan strategis dan akan berdiri di lahan sawit milik PTPN.

Baca Juga: Pemkot Bogor Tegas Melarang Pedagang Hewan Kurban Jualan di Area Publik, DKPP Turunkan Tim Pemeriksaan

"Di beberapa lokasi, sawitnya sudah cukup tua. Produktivitasnya mungkin sudah menurun sehingga menjadi satu pertimbangan kenapa dipilih lokasi tersebut," kata Rudy.

Selain itu, aksesibilitas juga cukup baik dengan jalan Tol BORR dan Lanud Atang Sendjaja, yang kini sedanh dikaji kemungkinan menjadi bandara semi komersil.

"Bandara Militer Atang Sanjaya yang sedang dikaji bersama-sama untuk dipertimbangkan apakah nanti ke depan, berdasarkan kajian, layak atau tidaknya untuk dioperasionalkan menjadi bandara semi komersil dan masyarakat dapat menggunakan," kata Rudy.

Baca Juga: Bursa Hewan Qurban Bogor jadi Destinasi Wisata Edukasi Dadakan Warga, Ada yang dari Peternakan Lokal Juga

Selain itu, wacana pembangunan pusat olahraga itu sejalan dengan rencana pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang, yang saat ini dalam proses pengadaan lahan.

"Tadi yang dibahasa salah satunya menyinkronkan rencana pembangunan jalan degan sport center. Untuk jalan tahun ini sudah dianggarman Rp50 miliar untuk pengadaan lahannya," kata Rudy. ***