POJOKBOGOR.id – Kawasan Puncak kembali masuk status siaga.
Kontur tanah perbukitan ditambah curah hujan yang mulai meningkat membuat wilayah ini ditetapkan sebagai zona merah rawan bencana, khususnya longsor.
Dari sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Cisarua, enam wilayah terpantau berisiko tinggi.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, menyebut lima desa dan satu kelurahan yang masuk kategori rawan berada di area permukiman warga yang berdiri di tebing miring sekaligus dekat dengan daerah aliran sungai (DAS).
Desa tersebut yaitu Batulayang, Jogjogan, Leuwimalang, Tugu Utara, Cilember, serta satu kelurahan di kawasan Puncak.
“Beberapa vila yang berdiri di tebing dan dekat aliran sungai juga ikut berpotensi terdampak longsor berskala besar,” kata Heri, Rabu (19/11/2025).
Memasuki musim hujan, pemerintah kecamatan mulai menggencarkan program penghijauan untuk meminimalisasi risiko bencana.
Pola cuaca di Bogor yang belakangan semakin sulit diprediksi membuat kewaspadaan harus ditingkatkan.
Hujan yang hampir setiap hari turun pada siang, sore, hingga malam hari menjadi sinyal bahaya bagi wilayah berkontur curam seperti Cisarua.
Heri mengatakan, sejumlah zona lindung yang tersebar di Tugu Utara, Tugu Selatan, Cibeureum, Citeko, dan Batulayang kini menjadi prioritas penghijauan tahun ini.
Upaya ini dilakukan dengan menanam pohon keras di lereng perbukitan dan sepanjang saluran air.
“Puncak terus menggalakkan pemulihan kawasan melalui penanaman vegetatif pohon keras,” ujarnya.
Lokasi yang mengalami alih fungsi lahan mendapat perhatian khusus. Sekitar 5.000 bibit pohon dijadwalkan ditanam pada minggu ini di berbagai titik rawan.
Penanaman besar-besaran tersebut bakal dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Rencananya penanaman dilakukan bersama BNPB sebagai pohon pelindung,” tandas Heri.
Dengan langkah ini, pemerintah kecamatan berharap potensi longsor dapat ditekan, sekaligus mengembalikan fungsi ekologis kawasan Puncak yang semakin tergerus pembangunan.




