POJOKBOGOR.id - Satreskrim Polres Bogor tengah menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru kepada muridnya di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menjelaskan, usai menerima laporan dari orang tua korban, saat ini pihak tengah menyelidiki dugaan yang dilaporkan ke Unit PPA Polres Bogor itu.
"Sekarang dalam penyelidikan. Orang tua korban sudah diberikan surat rekomendasi atau rujukan untuk pemeriksaan visum," kata Teguh, Kamis (1/2).
Baca Juga: Minibus Terguling di Jalan Tegar Beriman
Selain itu, kata Teguh, langkah awal yang akan dilakukan pihak kepolisian adalah pengambilan keterangan dari korban. "Jadi pengambilan keterangan dulu si anak didampingi orang tua sama Peksos," jelasnya.
Adapun yang dilaporkan oleh orang tua siswi kelas 4 ini adalah salah satu oknum guru di sekolah korban.
"Secara umum (dugaan kasusnya) masih pencabulan. Tapi bahannya masih belum bisa kita pastikan, karena si anak belum ngasih keterangan," kata Teguh.
Seorang guru salah satu SD Negeri di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dilaporkan ke polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap siswi berinisial NP (9).
Oknum guru berinisial W itu dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bogor, Rabu (31/1). Ibu korban berinisial L yang langsung membuat laporan polisi tersebut.
Menurut L, oknum guru tersebut telah melakukam aksi bejadnya sejak NP duduk di bangku kelas 3. Namun, NP baru menceritakan apa yang dialaminya belakangan ini saat ia duduk di bangku kelas 4.
"Guru itu beberapa kali memegang kemaluan anak saya dari bawah, depan ke belakang sampai cium pipi anak saya. Sudah dari kelas 3 tapi anak saya baru berani cerita sekarang," kata L di Mapolres Bogor, Rabu (31/1).
Menurut L, sejak diperlakukan tidak senonoh oleh W putrinya kini menjadi pemurung hingga malu untuk pergi ke sekolah. Antusiasme untuk belajar pun menurun.
"Trauma jadi takut sama laki-laki dewasa. Saya berharap Polres Bogor membantu kami dan pelaku bisa ditangkap," kata dia. ***



