POJOKBOGOR.id - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menduga masih banyak penambang ilegal yang terjebak di dalam lubang penambangan emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor.

"Kami khawatirkan seperti itu, karena masih ada keluarga yang merasa anggota keluarganya belum kembali. Ini kita juga belum tahu apakah ada di sana (lubang emas) atau di tempat lain," kata Irjen Rudi, saat mengunjungi posko siaga di Polsek Nanggung, 22 Januari 2025.

Rudi Setiawan, mengungkap 11 penambang ilegal telah dievakuasi dalam keadaan meninggal di kawasan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Kapolda Jawa Barat Sebut 11 Orang Tewas dalam Tragedi Asap di Gunung Emas Pongkor

Irjen Rudi menyebut bahwa mereka tewas terpapar asap karbon co, saat menambang emas di kawasan yang berada di pertambangan emas PT Antam UBPE Pongkor pada Selasa 13 Januari 2026 dini hari.

"Korban 11 orang sudah dikembalikan ke keluarga. Hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari," kata Rudi saat mengunjungi posko siaga di Polsek Nanggung, 22 Januari 2025.

Rudi memastikan, operasi pencarian para korban lainnya masih terus dilakukan hingha waktu yang belum ditentukan. Ia pun belum mengetahui berapa banyak orang yang sebenarnya terjebak di dalam lubang penambangan emas.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Janji Mulai Cicil Kompensasi Tambang Kabupaten Bogor, 6.216 Kepala Keluarga Cair

"Kita belum tahu (korban lain) karena memang ada beberapa lorong atau beberapa lubang yang belum bisa dimasuki, karena juga cukup berbahaya bagi yang menolong. Jadi tim SAR, BPB, kemudian dari Polri, teman-teman TNI dan Antam sendiri pun itu menurunkan personelnya," jelas Rudi.

Ia menyebut bahwa kandungan asap di kawasan lubang emas Antam masih berada di atas ambang aman. Sehingga tim penyelamat harus berhati-hati dalam upaya pencarian korban. ***