POJOKBOGOR.id - Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu ikut mendorong percepatan pembangunan jalan layang atau flyover Jalan Bojonggede-Kemang atau Jalan Bomang, agar terhubung dengan Jalan Tegar Beriman.
Asmawa Tosepu mengungkapkan, rencana pembangunan flyover itu, dibicarakan dalam rapat pembahasan moda transportasi Buy The Service (BTS) bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Rabu (3/1).
"Iya itu dibahas juga bersama BPTJ," kata Asmawa Tosepu, Kamis (4/1).
Baca Juga: Mobilnya Mau Dirampas Debt Collector, Supir Lompat dari Jembatan Bale Binarum Bogor
Sebelumnya, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, segera mengusulkan pembiayaan untuk pembangunan fly over atau jalan layang maupun under pass, demi menghubungkan Jalan Bojonggede - Kemang (Bomang) dengan Jalan Tegar Beriman.
Jalan Bomang masih belum tersambung dengan Jalan Tegar Beriman, karena terhalang jalur KRL Commuterline Jabodetabek. Pemerintah Kabupaten Bogor pun, kesulitan biaya jika harus mengalokasikan biaya pembangunan fly over atau jalan layang.
Saat ini, banyak pengguna sepeda motor yang ingin menuju Kemang atau Parung, harus melewati perlintasan sebidang ilegal di Gang Paseban, kawasan Bambu Kuning, Bojonggede untuk sampai ke Jalan Bomang. Selin memiliki risiko tinggi, antrean motor yang ingin melintas pun menjadi titik macet baru di Jalan Raya Bojonggede.
Baca Juga: Disdik Kota Bogor Mengaku KBM Tidak Terganggu Meski Atap Sekolah SDN Polisi 1 Ambruk
Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Suharto mengakui telah mendengar usulan dari Pemkab Bogor dan akan meneruskan agar pembiayaan dapat diberikan untuk pembangunan fly over atau under pass.
"Nanti akan kita usulkan terkait pembiayaannya," kata Suharto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp1 triliun untuk pembangunan fly over, demi mengkoneksikan Jalan Bomang dengan Jalan Tegar Beriman.
Menurut Burhan, Jalan Bomang masih terhalang perlintasan KRL Commuterline Jabodetabek agar bisa terhubung dengan Jalan Tegar Beriman dan tidak memungkinkan adanya perlintasan sebidang di sana.
Baca Juga: Pria yang Lakukan Penganiayaan Terhadap Kekasinya di Ciduk, Kedua Belah Pihak Sepakat Damai
Untuk menghubungkan Jalan Bomang dengan Jalan Tegar Beriman, ada dua opsi yang dapat ditempuh. Yakni pembangunan flyover atau under pass (jalan bawah tanah). Namun, opsi kedua dirasa sulit karena terdapat aliran Kali Baru di lokasi tersebut.
"Untuk membangun flyover butuh biaya besar sekitar Rp1 triliun. Sehingga sulit jika mengandalkan APBD. Makanya kami minta ke Kemenhub agar dibantu untuk biaya pembangunannya," kata Burhan.
Saat ini, kata Iwan, Pemkab Bogor tengah menggodok detail gambar kerja (DED) untuk disampaikan ke Kemenhub, dengan harapan mendapat bantuan anggaran untuk membangun flyover tersebut.
Baca Juga: Asmawa Tosepu Sebut Inflasi Kabupaten Bogor Terkendali
"Jadi nanti mudah-mudahan bisa segera terwujud flyover Bomang dan under pass Bojonggede yang ada perlintasan kereta di depan Lapangan Siaga itu," jelasnya. ***



