BOGOR.POJOKSATU.id – Memasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Bogor diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membakar sampah di lahan terbuka.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkar Kabupaten Bogor mencatat, sepanjang Juni hingga Juli 2026 telah terjadi 34 peristiwa kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut, 12 kejadian merupakan kebakaran lahan, kebun, hingga area tempat pembuangan sampah.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan sebagian besar kebakaran diduga dipicu oleh kelalaian manusia. Kondisi cuaca yang panas disertai minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat musim kemarau seperti sekarang," ujar Yudi Santosa.
Menurutnya, tindakan yang terlihat sepele seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok yang masih menyala dapat berakibat fatal apabila mengenai rumput kering, semak belukar, maupun tumpukan sampah yang mudah terbakar.
Selain menghindari pembakaran sampah, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sejak dini sebelum kobaran api meluas ke permukiman atau lahan lainnya.
Damkar Kabupaten Bogor juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat menyebabkan kerugian materiil maupun membahayakan keselamatan jiwa.
Dengan meningkatnya suhu udara dalam beberapa pekan terakhir, warga diharapkan lebih disiplin menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kesadaran bersama menjadi kunci agar jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Bogor tidak terus bertambah selama musim kemarau berlangsung.***



