BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah tak biasa dengan menempatkan dua dinas di pusat perbelanjaan mulai Januari 2026.
Kebijakan ini menjadikan pusat layanan publik hadir langsung di ruang komersial yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dua instansi yang akan berkantor di pusat perbelanjaan tersebut adalah Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
Keduanya direncanakan menempati gedung Vivo Mall Bogor, yang dinilai masih memiliki banyak ruang kosong dan belum beroperasi optimal.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan, penempatan dinas di dalam mal bertujuan ganda.
Selain untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, langkah ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Menurut Rudy, kehadiran kantor pemerintahan di Vivo Mall akan membuat arus kunjungan masyarakat meningkat.
Warga yang datang mengurus keperluan administrasi diharapkan sekaligus berinteraksi dengan aktivitas ekonomi yang ada di sekitar lokasi.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan rencana lanjutan untuk kawasan Vivo Mall.
Area tersebut ke depan akan diisi oleh pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner dan usaha kecil lainnya. Dengan konsep ini, pusat pelayanan publik dan pusat ekonomi dirancang berjalan beriringan dalam satu kawasan.
Transformasi ini diharapkan mampu mengubah wajah Vivo Mall yang sebelumnya cenderung sepi menjadi ruang yang lebih hidup.
Pemerintah menilai pendekatan tersebut sebagai solusi kreatif untuk mengoptimalkan aset sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Dengan kebijakan ini, Vivo Mall bukan lagi sekadar pusat perbelanjaan, melainkan juga diarahkan menjadi pusat layanan dan aktivitas masyarakat.
Dari ruang yang kurang dimanfaatkan, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi simpul baru pelayanan publik dan ekonomi di Kabupaten Bogor. ***



