BOGOR.POJOKSATU.id - Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Kabupaten Bogor, Bayu Rahmanto, mengenai rencana melaporkan warga yang menegur petugas Dishub menuai reaksi luas.

Gelombang dukungan datang dari masyarakat Parungpanjang, Kabupaten Bogor, hingga Pemerintah Kabupaten Tangerang yang menilai para penegur tersebut tidak melakukan pelanggaran.

Salah satu penegur yang menjadi sorotan, Luky Lukmansyah, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dukungan moral yang sangat besar dari berbagai lapisan masyarakat setelah isu pelaporan oleh Dishub mencuat ke publik.

Luky menegaskan bahwa ia tidak gentar menghadapi proses hukum dan siap mempertanggungjawabkan tindakannya jika terbukti melanggar aturan.

“Kalau memang ada yang ingin melaporkan saya, silakan. Saya siap jika memang saya salah untuk ditindak. Namun teman-teman dari aliansi, karang taruna, camat Legok, dan masyarakat Parungpanjang siap mengawal saya,” kata Luky.

Dukungan yang diterimanya tidak hanya datang secara pribadi, tetapi juga melalui organisasi kemasyarakatan dan lembaga-lembaga masyarakat.

Menurutnya, banyak pihak siap mendampingi dan mengawal langkahnya demi memastikan penegakan aturan transportasi berjalan sesuai ketentuan.

“Masyarakat dan Pemkab Tangerang juga ikut mendukung upaya kami mengawal penegakan jam operasional kendaraan oleh Pemkab Bogor maupun Pemkab Tangerang, meski kini dibalas dengan ancaman pelaporan polisi oleh Dishub Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Luky menegaskan bahwa tindakannya murni untuk memastikan aturan ditegakkan dan bukan untuk menyerang pribadi atau institusi tertentu. Ia menyayangkan jika perbedaan pendapat harus berujung pada laporan polisi.

“Saya hanya ingin aturan tetap ditegakkan. Ini soal perbedaan pandangan saja dengan Kadishub. Alhamdulillah banyak masyarakat yang mendukung saya, jadi saya yakin berada di jalan yang benar,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan tersebut juga membanjiri media sosial. Menurut pengamatannya, hampir 90 persen warganet mendukung langkah yang ia ambil.

“Apapun risikonya, saya siap. Banyak sekali ormas dan lembaga yang memberikan dukungan langsung atau lewat WhatsApp. Kalau kita lihat di media sosial, rata-rata masyarakat mendukung langkah saya,” tutupnya.

Kasus ini memunculkan sorotan publik terhadap pentingnya ruang dialog antara masyarakat dengan pemerintah, terutama dalam penegakan aturan transportasi.

Dukungan luas yang mengalir kepada Luky dianggap sebagai tanda bahwa warga menginginkan penegakan aturan yang transparan dan adil tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara proporsional. ***