POJOKBOGOR.id - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memastikan belasan pendaki yang tersesat di Gunung Pangrango, masuk ke kawasan tersebut melalui jalur ilegal.
Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo menjelaskan, jalur pendakian TNGGP memiliki tiga pintu resmi. Yaitu Cibodas, Gunungputri, Kabupaten Cianjur dan Selabintana Kabupaten Sukabumi.
Adapun para pendaki yang tersesat masuk melalui Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca Juga: Polisi Tangkap 5 Pelaku Tawuran di Bogor
"Saat ini, seluruh aktivitas pendakian ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango ditutup mulai 30 Desember 2023 hingga 31 Maret 2024," kata Sapto Aji Prabowo.
Penutupan tersebut bertujuan untuk keselamatan pengunjung mengingat cuaca diprediksikan ekstrem serta pemulihan ekosistem secara alami tanpa ada gangguan dari aktivitas manusia yang massive, khususnya pendakian.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan 13 pendaki yang tersesat di Gunung Pangrango, Senin (29/1). Mereka ditemukan di Blok Pasir Pogor, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Para Pendaki yang Tersesat di Gunung Pangrango tengah Berburu Mustika, Ini Identitas Mereka
Saat ditemukan, ditemukan dalam keadaan selamat meski terdapat dua orang terkilir dan lainnya mengalami kelelahan. Usai ditemukan, mereka dievakuasi ke Kantor Resort Tapos oleh tim SAR.
"Iya sudah ditemukan. Alhamdulillah semua dalam keadaan selamat," kata Staff Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalal.
Informasi yang dihimpun, 13 orang tersebut merupakan rombongan peziarah di Gunung Pangrango, yang saat ini ditutup untuk pendakian hingga 31 Maret 2024.
Baca Juga: Pengamat Paparkan Lima Alasan Direksi Pasar Pakuan Jaya Dipertahankan
Sebanyak 13 pendaki, dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Pangrango, Bogor. Saat ini mereka masih dalam upaya pencarian tim SAR.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Agung Priambodo menjelaskan, 13 pendaki tersebut terpisah menjadi dua kelompok. Masing-masing 10 orang dan 3 orang.
Para pendaki tersebut, berangkat pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 16.00 WIB melalui jalur Cibedug, Bogor. Sementara komunikasi terakhir antara pendaki dengan petugas terjadi pada Minggu (28/1) sekitar pukul 17.00 WIB.
"Infonya mereka terpisah, 10 orang dan 3 otang. Mereka semua belum ada yang bisa dihubungi kembali. Yang 10 orang terakhir komunikasi itu kemarin pukul 17.00 WIB posisinya di sekitar hutan Pangrango," kata Agung.
Informasi yang dihimpun, 10 pendaki sempat mencapai puncak Pangrango. Sementara 3 lainnya terpisah.
Sebelum adanya kabar 13 pendaki tersesat di kawasan Gunung Pangrango, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), ternyata sedang menutup jalur pendakian sejak 31 Desember 2023 hingga 31 Maret 2024.
Penutupan tersebut, tertuang dalam surat edaran dari Balai Besar TNGGP yang ditandatangani Kepala Balai TNGGP Septo Aji Prabowo, bahwa penutupan jalur pendakian karena cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir dan awal tahun.
"Mencermati kondisi cuaca ekstrem dan dalam rangka pemulihan ekosistem di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," demikian edaran tersebut.
Baca Juga: 1.400 Tenaga Kesehatan Diterjunkan pada Pemilu 2024
*Identitas*
Alasan pendaki yang tersesat usai nekat menerobos pendakian Gunung Pangrango, terungkap. Mereka merupakan jamaah Majelis Buni Kasih, yang tengah memburu Mustika di Curug Jambe.
Hal itu, diungkapkan Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat. Usai para pendaki berhasil ditemukan dan dievakuasi, terungkaplah alasan mereka mendaki pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 16.00 WIB.
"Mereka jamaah Majelis Buni Kasih pimpinan Mama Indra dengan tujuan memburu Mustika di Curug Jambe. Mereka mendaki melewati Cibedug," kata Agus Hidayat, Senin (29/1).
Tim SAR gabungan menemukan mereka di Blok Pogor, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, pada Senin, 29 Januari 2024 sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan selamat. Usai dilakukan pendataan mereka berjumlah 16 orang.
"Mereka mau berziarah. Awalnya laporan masuk dari salah satu anak pendaki, bahwa ayahnya itu tersesat di Gunung Pangrango," kata Agus Hidayat.
Saat ini para Pendaki sudah dalam penanganan team medis dan akan di pulangkan ke rumah sesuai alamat masing - masing dan semua dalam keadaan baik.
Adapun Nama Jamaah yang Tersesat Tersebut Sebagai Berikut :
• Ateng Muhdi / Mumuh 56 Tahun Alamat RT 01 RW 03 Desa Cibedug Kecamatan Ciawi
• H. Farid 50 Tahun Alamat RT 02 RW 03 Desa Citapen Kecamatan Ciawi
• Ade Bagja 47 Tahun Alamat Kp. Menteng RT 02 RW 03 Desa Citapen Kecamatan Ciawi
• Dedi Saepulloh 45 Tahun Alamat Kp. Loji RT 05 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Yanwar 41 Tahun Alamat RT 03 RW 03 Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin
• Riza Maha Putra 12 Tahun Alamat RT 03 RW 03 Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin
• Syahroni 46 Tahun Alamat RT 04 RW 01 Desa Citapen Kecamatan Ciawi
• Helmi 39 Tahun Alamat Pusdik Megamendung Kecamatan Megamendung
• Farhan 23 Tahun Kp. Loji RT 05 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Syarifudin 47 Tahun Kp. Loji RT 10 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Iyan Mulyana 43 Tahun Kp. Loji RT 04 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Asep 40 Tahun Kp. Loji RT 06 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Andi Rahman 21 Tahun Kp. Loji RT 06 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Dedi Supriadi 48 Tahun Kp. Loji RT 10 RW 02 Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi
• Indra 40 Tahun Desa Seuseupan Kecamatan Ciawi
• Akbar 7 Tahun Desa Citapen Kecamatan Ciawi
***



