POJOKBOGOR.id - Menteri Lingkumgan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat mencanangkan gerakan penanaman bambu, demi mendukung rehabilitasi lahan kritis, yang juga bagian dari program 'Tobat Ekologis Nasional'.
Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak hanya dengan mengandalkan pemerintah, melainkan perlu gerakan bersama masyarakat, sebagai penggerak utama.
"Gerakan lingkungan justru yang utama adalah milik masyarakat bukan gerakan milik pemerintah saja," kata Jumhur, saat menghadiri kegiatan penanam bambu bersama Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu 14 Juni 2026.
Baca Juga: Trase Baru dan Leuweung Batutulis Akan Terintegrasi, Dedie Rachim Tinjau Progres Pembangunan
Ia mengungkapkan, penanaman bambu yang dilakukan komunitas dan masyarakat menjadi bukti kolaborasi yang baik antara pemerinrah dan kelompok peduli lingkungan dalam menjaga kelestarian.
Ia memstikan pemerintah akan terus mendorong gerakan serupa menjadi skala nasional, karena memiliki manfaat besar bagi rehabilitasi serta pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah membutuhkan bibit bambu dalam jumlah besar dalam mendukung program ini.
"Sekarang mungkin baru 5.000 bambu ditanam di sini. Tetapi nanti bisa jutaan bahkan puluhan juta bambu ditanam dari Sabang sampai Merauke," ujar Jumhur.
Baca Juga: Pengumuman! Pemkab Bogor Kembali Hadirkan Car Free Day, Cek Lokasi Parkirnya di Sini
Ia menjelaskan bahwa penanaman bambu menjadi salah satu upaya pemulihan lahan kritis yang luasnya mencapai 12,4 juta hektare di seluruh Indonesia.
Maka, Kementerian Lingkungan Hidup akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pegiat dan komunitas bambu untuk menyediakan bibit bambu yang dibutuhkan.
"Kita perlu banyak bibit dan orang yang mengerti masalah bambu karena ini adalah kerja besar," ujarnya. ***



