POJOKBOGOR.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menggenjot program pengembangan Hutan Kota di seluruh wilayah.

Setiap kecamatan diminta ikut bergerak mencari lahan yang cocok untuk ditanami dan dijadikan ruang hijau baru yang lebih berkelanjutan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa lahan yang digunakan tidak harus milik pemerintah daerah.

Lahan pribadi ataupun milik perusahaan pun bisa diikutsertakan selama pemiliknya bersedia mendukung penanaman pohon secara berkelanjutan.

“Siapapun boleh, asalkan diperkenankan untuk menanam pohon yang berkelanjutan. Karena itu, kami minta kecamatan-kecamatan menyediakan lahannya,” ujar Teuku, Rabu (19/11/2025).

Idealnya, satu kawasan Hutan Kota memiliki luas sekitar satu hektare. Meski begitu, Teuku menegaskan ukuran tersebut tidak wajib.

Beberapa kecamatan bisa saling berkolaborasi untuk menyediakan satu area bersama bila masing-masing tidak memiliki lahan yang cukup.

“Tidak saklek satu hektare satu kecamatan. Bisa gabungan dari beberapa kecamatan yang lahan kosongnya terbatas,” jelasnya.

Hutan Kota yang akan dibangun tidak hanya difokuskan sebagai ruang konservasi untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Ruang hijau itu juga direncanakan menjadi tempat rekreasi yang ramah masyarakat.

Agar pengelolaannya jelas, Pemkab Bogor akan membuat perjanjian kerja sama dengan pemilik lahan, baik perorangan maupun perusahaan.

Perjanjian tersebut memastikan pohon yang ditanam tidak boleh ditebang semaunya.

“Pemilik lahan harus setuju dulu. Nggak bisa nanti baru ditanam sebulan langsung ditebang lagi. Harus ada perjanjian, misalnya 50 tahun tidak boleh ditebang,” tegas Teuku.

Ia menambahkan, perjanjian ini tidak mengubah status kepemilikan lahan.

Tanah tetap menjadi milik warga atau perusahaan, bukan beralih menjadi aset Pemkab Bogor.

“Kalau tanah bukan milik pemerintah daerah, ya tetap menjadi milik pemiliknya,” jelasnya.

Teuku berharap program ini berjalan mulus dengan dukungan dari masyarakat dan dunia usaha.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak penting untuk keberlangsungan ekosistem dan kualitas lingkungan di Kabupaten Bogor.

“Ini semua untuk keberlangsungan kehidupan Kabupaten Bogor secara keseluruhan,” pungkasnya.