POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor akan mewujudkan program pengembangan wisata berkelanjutan, usai melakukan penataan di kawasan Puncak.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana, Pemkab Bogor juga berkomitmen mengangkat budaya lokal dengan melibatkan pelaku seni dan budaya di kawasan wisata tersebut.
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu menegaskan, pentingnya menjadikan kawasan wisata Puncak sebagai cerminan identitas lokal, baik dari aspek visual maupun kegiatan budaya di destinasi wisata unggulan.
"Penataan kawasan Puncak menyentuh semua aspek, mulai dari penataan lahan, pelibatan masyarakat lokal, hingga pengembangan wisata berkelanjutan. Kami juga fokus menata akses dan memaksimalkan potensi wisata," ujar Asmawa Tosepu, Jumat 13 September 2024.
Sejak memimpin, Asmawa Tosepu telah merelokasi 525 pedagang liar dari sepanjang jalur menuju Rest Area Puncak, sebagai bagian dari upaya penertiban kawasan.
Tahap pertama penertiban dengan memindahkan 329 bangunan di sepanjang jalur Puncak, mulai dari Gantole hingga Rest Area Gunung Mas, termasuk bangunan di sekitar Simpang Taman Safari Indonesia.
Baca Juga: HMI-MPO Dicatut untuk Demo di Kantor Bupati Bogor
Rest Area Gunung Mas, yang dibangun di atas lahan seluas 7 hektar milik PT Perkebunan Nusantara, kini mampu menampung 516 kios. Terdiri dari 100 kios untuk pedagang sayur dan buah, serta 416 kios untuk pedagang oleh-oleh dan makanan ringan, masing-masing kios memiliki luas 11 meter persegi.
Tahap selanjutnya, Pemkab Bogor akan mengintegrasikan unsur budaya ke dalam pengembangan wisata Puncak. Asmawa telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor untuk memastikan budaya lokal menjadi bagian dari kawasan ini.
"Kami akan melibatkan para pelaku seni, ekonomi kreatif, dan kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis) untuk berkolaborasi dalam mempromosikan budaya lokal," tambah Asmawa.
Baca Juga: Temui Tokoh Wanita di Bogor, Dedi Mulyadi Komitmen Kembangkan Potensi di Seluruh Jawa Barat
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan, konsep penataan kawasan Puncak akan menggunakan pendekatan budaya. Dengan tema "Wonderful Puncak" sejumlah acara besar akan diadakan untuk mempromosikan seni dan budaya lokal.
"Wonderful Puncak adalah kolaborasi antara sektor pariwisata, seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM. Kami telah menyiapkan beberapa acara seperti Harmony of Bogor, Puncak Fashion Week & West Java Folklore, Santap Mantap, Festival Tari Bogor, Flashmob Pencak Silat, hingga Puncak Art Passion & Creative Market," jelas Yudi.
Puncak Fest 2024 akan menjadi penutup rangkaian acara di akhir tahun, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun kebanggaan terhadap Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Pemkot Bogor Perkuat Perlindungan Lansia melalui Kolaborasi dan Kick-Off Perwali
"Kami ingin menonjolkan identitas Kabupaten Bogor, khususnya di Kawasan Puncak yang merupakan Kawasan Strategis Nasional. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan kebanggaan bersama," tutup Yudi. ***



