BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program bedah rumah tidak layak huni.

Tahun ini, sebanyak 2.750 unit rumah warga dibedah, dengan anggaran yang digelontorkan mencapai Rp55 miliar.

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemkab Bogor, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga dukungan dari DPR RI.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa program ini menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini bukan sekadar janji, tapi aksi nyata pemerintah hadir untuk rakyat. Rumah layak huni adalah hak warga dan bentuk kepedulian kita terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Bupati Rudy Susmanto.

Selain 2.750 unit yang sudah dibedah tahun ini, pemerintah daerah juga menargetkan total 14.000 rumah akan diperbaiki dalam waktu tiga tahun ke depan.

Program ini menyasar warga yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak, seperti dinding yang retak, atap bocor, dan lantai tanah.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa dukungan anggaran terus diupayakan agar realisasi target dapat tercapai. “Kami di legislatif siap mengawal dan memastikan program ini berjalan optimal,” katanya.

Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memulihkan rasa aman, nyaman, dan bermartabat bagi penghuninya.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggandeng masyarakat, dunia usaha, dan komunitas untuk ikut terlibat dalam semangat gotong royong.

Dengan langkah konkret ini, Pemkab Bogor berharap tak ada lagi warga yang hidup dalam rumah yang tak layak.

Rumah yang layak bukan hanya tempat berlindung, tapi fondasi untuk tumbuhnya harapan dan masa depan yang lebih baik. ***