POJOKBOGOR.id - Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan bantuan nutrisi tambahan, untuk percepatan penanganan stunting, Senin (4/12).

Bantuan tersebut diberikan DP3AP2KB Kabupaten Bogor dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor, terdiri dari 1.000 dus nutrisi tambahan berisi telur dan susu untuk 250 anak penerima bantuan.

Bantuan 1.000 dus diberikan kepada 250 bayi penerima bantuan usia 1-2 tahun, hasil bulan penimbangan bayi yang dilakukan di 13 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Baca Juga: Ini Tampang Rahmat, Pelaku Pembunuhan Terhadap Gadis Muda dan Simpan Mayat di Ruko Kosong

Berdasarkan e-PPGBM Tahun 2022, jumlah balita stunting di Kabupaten Bogor mengalami penurunan cukup signifikan dari sebesar 4,78 persen, turun  menjadi 1,59 persen.

Kepala Bidang Pembinaan Keluarga Berencana, Lina Yuliana mengungkapkan, upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan melalui prevelensi stunting, intervensi lintas sektor baik spesifik dan sensitif pada hasil penimbangan balita, pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon Pasangan Usia Subur (PUS).

Serta surveilans keluarga berisiko stunting akan dilengkapi dengan Kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS) guna mengidentifikasi permasalahan dan rencana tindak lanjut di tingkat kabupaten. Serta audit kasus stunting periode I dan II.

Baca Juga: Ada Sky Bridge, Ingin ke Stasiun Bojonggede jadi Jauh

"Melalui kegiatan ini diharapkan jadi moment kegiatan yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dan peran keluarga dalam memberikan akselerasi pencapaian cakupan sasaran terutama penduduk yang mempunyai kemandirian bermasyarakat serta memiliki budaya perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya mewujudkan Bogor New Zero Stunting Tahun 2024," imbuhnya.

Selanjutnya, Subkor Advokasi dan KIE, Maman Supardi menerangkan, audit stunting telah dilakukan mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, ibu menyusui dan baduta untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bogor. ***