BOGOR.POJOKSATU.id - Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong melalui Parung kini resmi melangkah ke tahap penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan proyek ini murni berasal dari investasi sektor swasta tanpa melibatkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini menjadi bukti kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini maupun masa depan,” ujar Dody.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menambahkan bahwa proyek ini merupakan hasil prakarsa badan usaha yang telah melewati proses kajian dan persiapan panjang.

Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung akan dibangun dan dikelola oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), sebuah badan usaha yang dibentuk oleh konsorsium empat perusahaan besar.

Adapun struktur kepemilikan saham konsorsium tersebut terdiri atas PT Persada Utama Infra (52%), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (25%), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (12%), dan PT Hutama Karya Infrastruktur (10%).

Tol sepanjang 32,03 kilometer ini akan melintasi dua provinsi, yaitu 27,83 km di wilayah Jawa Barat dan 4,2 km di wilayah Banten. Proyek ini terbagi menjadi empat seksi utama, yakni:

Seksi 1: Junction Salabenda – Simpang Susun Pondok Udik (3,97 km)

Seksi 2: Simpang Susun Pondok Udik – Simpang Susun Putat Nutug (9,27 km)

Seksi 3: Simpang Susun Putat Nutug – Simpang Susun Rumpin (8,23 km)

Seksi 4: Simpang Susun Rumpin – Junction Serpong (10,56 km)

Keberadaan tol ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan di jalur penghubung Bogor–Tangerang Selatan serta memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Selain itu, proyek strategis ini juga akan membuka akses ekonomi baru bagi kawasan Parung dan sekitarnya, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah penyangga ibu kota di bagian barat. ***