BOGOR.POJOKSATU.id - Insiden dugaan kekerasan oleh oknum perangkat desa terhadap warga kini terjadi di Kelurahan Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa ini mencuat ke publik setelah keluhan warga terkait pelayanan administrasi yang dinilai berbelit dan tidak responsif berujung pada tindakan pemukulan.

Berdasarkan informasi yang beredar, warga mengaku telah berulang kali mendatangi kantor kelurahan Rawapanjang untuk mengurus keperluan administrasi.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pelayanan yang diterima dianggap lamban dan tidak jelas. Kekecewaan warga pun memuncak hingga memicu protes langsung kepada pihak kelurahan.

Ternyata, keluhan serupa tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang. Sejumlah warga lain turut menyampaikan pengalaman yang sama, yakni merasa dipingpong dan tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari aparat kelurahan setempat.

Kondisi ini menimbulkan keresahan dan rasa tidak puas di tengah masyarakat.

Situasi semakin memanas ketika protes warga tersebut justru mendapat respons emosional dari oknum perangkat desa.

Alih-alih memberikan penjelasan atau solusi, oknum tersebut terlihat meluapkan kemarahan dengan melakukan tindakan kekerasan fisik berupa pemukulan terhadap salah satu warga.

Aksi pemukulan inilah yang kemudian memicu kecaman dan sorotan publik.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena mencederai prinsip pelayanan publik yang seharusnya mengedepankan sikap profesional, humanis, dan melayani masyarakat dengan baik.

Warga berharap ada tindak lanjut serius dari pihak berwenang untuk mengusut kejadian tersebut.

Sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan di Kelurahan Rawa Panjang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. ***