POJOKBOGOR.id - Harga eceran daging sapi di pasar pasar tradisional sudah dua minggu alami kenaikan signifikan. Begitupun pedagang daging yang berjualan di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Harga daging normal Rp 125 ribu, naik jadi Rp 135 ribu sampai Rp 140 ribu,” ujar Kepala Pasar Cileungsi, Isni Jayanti, Kamis 22 Januari 2026.

Menurut Isni, pedagang daging di Pasar Cileungsi mengungkapkan bahwa harga daging dari suplier naik sejak 2 minggu lalu. Hal ini berdampak pada omset penjualan.

“Karena harga terus naik, imbasnya pembeli berkurang, omset turun drastis. Kami harap harga daging bisa segera turun sehingga penjualan dapat normal kembali,” ungkapnya.

Menurut informasi yang ia dapatkan dari penjual daging, RPH (Rumah Potong Hewan) yang sudah menjadi langganan mereka tidak melakukan penyembelihan.

Sehingga pedagang daging tidak bisa menjual banyak, hanya mengandalkan stok yang ada.

belumnya dikatakan sejumlah pedagang daging sapi menggelar aksi mogok jualan sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga daging di pasaran.

Aksi tersebut dilakukan dengan tidak berjualan yang dimulai pada hari ini, Kamis 22 Januari 2026 hingga Sabtu 24 Januari 2026.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan pedagang daging sapi Jabodetabek melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari mulai hari ini, Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

"Melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan," ujar Wahyu dalam surat keterangannya, Jakarta, Kamis (22/1/2026).