BOGOR.POJOKSATU.id - Pasar Leuwiliang, yang sempat lumpuh akibat kebakaran hebat pada tahun 2023, kini memasuki babak baru.

Setelah insiden tersebut melumpuhkan aktivitas perdagangan dan memaksa para pedagang berjualan di lokasi darurat dengan fasilitas seadanya, Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya bergerak cepat untuk membangkitkan kembali denyut ekonomi kawasan ini.

Kini, angin segar berhembus, Pemerintah resmi memulai proses revitalisasi Pasar Leuwiliang dengan konsep yang jauh lebih modern dan representatif.

Tak tanggung-tanggung, proyek ini dirancang menjadi pasar rakyat terbesar dan termodern di Kabupaten Bogor.

Rencana pembangunan ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu 18 bulan ke depan. Setelah rampung, pasar ini akan dilengkapi berbagai fasilitas lengkap, mulai dari 1.439 unit tempat usaha, 140 toko, 809 kios, hingga 490 los.

Jumlah tersebut diharapkan mampu menampung seluruh pedagang yang sebelumnya terdampak dan bahkan membuka peluang bagi pelaku usaha baru.

Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bogor, Andri Hadian, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas perdagangan rakyat.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menambahkan bahwa pasar ini tidak hanya akan menjadi pusat perniagaan, tetapi juga akan dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata belanja yang nyaman, bersih, dan menarik bagi masyarakat luas.

"Bukan sekadar pasar biasa, ini akan menjadi destinasi wisata rasa belanja," ujarnya Bupati Bogor Rudy Susmanto dengan optimistis.

Dengan konsep baru yang lebih tertata, modern, dan berpihak pada kenyamanan pengunjung maupun pedagang, Pasar Leuwiliang diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal dan menjadi daya tarik tersendiri di wilayah barat Kabupaten Bogor. ***