POJOKBOGOR.id - Polres Bogor dianugerahi sebagai juara 2 Pospam Terpadu Terbaik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk tingkat Polda Jawa Barat.
Penghargaan diberikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di sela upacara apel di Mapolda Jabar, Senin 4 Mei 2026.
Polres Bogor berhasil meraih predikat juara kedua setelah melalui proses penilaian ketat dengan perolehan nilai tinggi, yakni 93.
Baca Juga: Ketika Amien Rais Sebut Seskab Teddy Indra Wijaya Seorang 'Gay'
Penghargaan ini tidak lepas dari keberhasilan Polres Bogor dalam menghadirkan Posko Terpadu Jenderal Hoegeng di Kawasan Gadog yang unik dan inovatif.
Penilaian Pospam terbaik ini didasarkan pada beberapa kriteria utama, termasuk aspek kesiapsiagaan personel, kelengkapan fasilitas pelayanan, inovasi teknologi informasi dalam pemantauan arus lalu lintas, serta respons terhadap situasi darurat di lapangan.
Keberhasilan meraih Juara II tingkat Jawa Barat ini mempertegas posisi Polres Bogor sebagai salah satu satuan kewilayahan yang paling siap dalam mengelola titik-titik krusial arus mudik dan balik, khususnya di jalur wisata Puncak yang merupakan salah satu jalur terpadat di Indonesia.
Baca Juga: WASPADA! Aksi Begal Marak di Rumpin Bogor, Warga Ingin Penerangan Jalan Diperbanyak
Mengusung tema visual "Timur Tengah Aladin", posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat kendali K3I, tetapi juga menjadi pusat pelayanan publik yang sangat lengkap, mulai dari pos kesehatan, area bermain anak, kafetaria, hingga fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik (SKLU).
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel yang bertugas siang dan malam demi memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik di wilayah Bogor.
"Alhamdulillah, penghargaan dari Bapak Kapolda Jabar ini merupakan kado bagi seluruh stakeholder dan anggota Polres Bogor yang telah berdedikasi tinggi selama Operasi Ketupat Lodaya 2026. Nilai 93 yang kami peroleh menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang semakin humanis dan modern bagi masyarakat," ujar AKBP Wikha Ardilestanto. ***



