POJOKBOGOR.id - Kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru ngaji di Bogor Kembali terjadi.
Kapolres Bogor AKP Wikha Ardilestanto mengaku telah mengetahui soal kasus dugaan pencabulan yang dilakukan guru ngaji di Bogor kepada murid perempuan berusia 7 tahun di Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Wikha Ardilestanto menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan pencabulan guru ngaji di Bogor tersebut pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Sejauh ini, Polres Bogor telah memintai keterangan terhadap orang tua korban, dan telah dilakukan visum terhadap bocah berusia 7 tahun tersebut.
"Telah dilakukan Visum et Repertum (VER) terhadap korban di RSUD Cibinong dan hasil Ver belum keluar," ujar Wikha Ardilestanto.
Dalam waktu dekat, ia mengaku pihak kepolisian akan segera melakukan pemeriksaan psikologi, serta memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah 7 tahun di Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor diduga menjadi korban pelecehan oleh guru ngajinya berinisial M.
Aksi dugaan pencabulan itu terungkap usai korban menceritakan aksi bejat tersebut ke orang tuanya.
Dari laporan polisi (LP) yang diterima, guru ngaji tersebut diduga melakukan aksi bejatnya dengan mencium pipi dan memegang area sensitif korban.
Aksi bejat guru ngaji di Bogor itu baru diketahui orang tua korban pada Jumat, 3 Oktober 2025, saat korban mengadukan hal yang ia alami.
Modusnya, saat pengajian sedang berlangsung, guru ngaji berinisial M itu menyuruh korban ke warung untuk membeli kopi, sambil memberikan uang Rp10 ribu.
"Tapi anak saya tiba-tiba pulang ke rumah dan menangis, tas nya ditinggal di pengajian. Di sini anak saya menceritakan apa yang selama ini dia alami ke ibunya sambil menangis dan ketakutan," terang orang tua korban.
"Anak saya ngaku pernah dipegang area kemaluannya serta dijilat, dan dicium pipinya oleh si guru ngajinya," bebernya.
Saat itu, korban berhasil melarikan diri atas dugaan tindakan bejat dari guru ngaji tersebut karena mengalami trauma.
"Sebelum-sebelumnya, modus yang dilakukan bersangkutan itu nyuruh ke warung, nah pas anak saya ke warung, yang bersangkutan keluar dari area pengajian untuk menunggu anak saya dan mengajak ke rumahnya untuk melakukan dugaan pelecehan tersebut," terangnya.
"Ada modus lainnya juga, yang bersangkutan seringkali menyuruh anak saya untuk menyalin ulang tulisan pelajaran iqronya, kemungkinan agar anak saya bisa pulang lebih lama dari yang lain," lanjutnya.
Dari pengakuan korban, guru ngaji itu diduga telah melakukan aksi bejatnya lebih dari satu kali terhadap korban.
"Kalo untuk yang memegang mah katanya udah sering, kalo untuk menjilatnya kayanya baru-baru ini," paparnya.
Saat korban terkahir kali diminta membeli kopi ke warung, korban lebih memilih melarikan diri dan menangis.
"Dan anak saya kemungkinan tau, pas disuruh beli kopi langsung kabur, karena takut terjadi kaya gitu lagi," pungkasnya.



