BOGOR.POJOKSATU.id - Peristiwa matinya ribuan ikan secara tiba-tiba di Situ Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Fenomena ini memicu kekhawatiran warga lantaran kuat dugaan berkaitan dengan pencemaran lingkungan.
Dugaan tersebut muncul karena aliran sungai yang bermuara ke Situ Citongtut diketahui melintasi kawasan padat industri.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa air situ tercemar limbah yang berasal dari aktivitas sejumlah perusahaan di sepanjang aliran anak sungai tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian ikan secara massal tersebut.
Sebagai langkah awal, tim DLH Kabupaten Bogor telah mengambil sampel air dari Situ Citongtut untuk dilakukan pengujian di laboratorium.
Hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengidentifikasi unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam air.
Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menyampaikan bahwa proses investigasi masih berjalan dan dilakukan secara menyeluruh, baik di lokasi situ maupun di sepanjang aliran sungai yang masuk ke kawasan tersebut.
“DLH sedang mengidentifikasi sekaligus menginvestigasi secara langsung. Kalau memang ditemukan pencemaran, tentu akan kita telusuri berasal dari mana sumbernya,” ujar Teuku Mulya.
Ia menjelaskan, setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar, pihaknya akan mencocokkan kandungan zat yang ditemukan dengan karakteristik limbah dari perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar aliran sungai.
Namun dalam proses penelusuran tersebut, DLH menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aliran anak sungai menuju Situ Citongtut melewati puluhan kawasan industri.
“Problem utamanya, anak sungai itu mengalir di bawah sekitar 21 perusahaan. Alirannya lewat di bawah pabrik-pabrik, sehingga kami cukup kesulitan mengidentifikasi secara cepat pabrik mana yang diduga membuang limbah,” ungkapnya.
Meski demikian, Teuku menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga ditemukan penyebab utamanya. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pihak yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan, baik disengaja maupun akibat kelalaian.
“Kami akan mengupayakan pemberian sanksi jika memang terjadi pelanggaran atau pencemaran lingkungan yang dilakukan secara sengaja,” tegasnya.
Sebelumnya, peristiwa kematian massal ikan di Situ Citongtut sempat menggegerkan warga sekitar. Bangkai ikan yang mengapung di permukaan air juga ramai diperbincangkan di media sosial, hingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi lingkungan di kawasan tersebut.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil resmi investigasi dari DLH Kabupaten Bogor untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut serta langkah penanganan lanjutan yang akan diambil pemerintah daerah. ***



